LANGIT7.ID, Semarang - Kabar mengejutkan datang dari kesebalasan
PSIS Semarang. Klub yang berlaga di Liga 1 tersebut baru saja ditinggal pelatihnya Dragan Djukanovic.
Dragan memutuskan untuk hengkang dari tim karena PSSI tidak segera menggulirkan kompetisi Liga 1 2021. Manajemen PSIS tidak bisa mencegah keputusan pelatih asal Montenegro itu untuk mengakhiri kerjasamanya. Klub menghormati keputusan mantan pelatih Borneo FC itu.
"Mulai hari ini
coach Dragan sudah tidak bersama PSIS. Beliau memilih mengundurkan diri karena ketidakjelasan kompetisi di sini yang berlarut-larut," kata CEO PSIS AS Sukawijaya, Selasa (10/8/2021).
Baca Juga: Siap Arungi Liga 1 2021, PSIS: Jangan Ada Prank Lagi "Kami menghormati itu dan selalu mendoakan coach Dragan sukses ke depannya. Untuk sementara ini, tim pelatih diserahkan kepada Imran Nahumaruri, yang selama ini menjadi asisten pelatih. Manajemen akan segera mencari sosok pengganti, setidaknya yang memiliki kualitas setara Dragan Djukanovic," ujarnya.
Di PSIS, Dragan belum pernah sekalipun memimpin timnya bertanding di kompetisi resmi. Sejak menggantikan Bambang Nurdiansyah di akhir musim 2019, PSSI belum sekalipun menggulirkan kompetisi. Hingga akhirnya
Liga 1 2020 ditiadakan menyusul ditemukannya kasus Covid-19 pada Maret 2020.
Baca Juga:
37 Gol Terakhir Messi untuk Barcelona, Koeman Puji Kualitas La Pulga
5 Film Olah Raga Seru Ditonton bareng Momen Olimpiade 2020Pada penyelenggaraan Liga 1 2021, PSSI kembali menunda kompetisi sampai 27 Agustus 2021. Sebelumnya, kompetisi dijadwalkan pada 20 Agustus 2021. Hal ini diketahui setelah PSSI dan perwakilan dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator kompetisi, bertemu dengan Menpora Zainudin Amali dan Mabes Polri.
Dalam sebuah kesempatan wawancara pada 6 Mei 2020 silam, Dragan sempat terheran-heran karena tidak ada kompetisi resmi yang digelar sejak 2020 lalu, meski Indonesia adalah negara yang fanatik dengan sepak bola. Dia mengaku tidak mengerti masalah di Tanah Air kompetisi tidak dapat bergulir.
"Sepak bola adalah bisnis besar dan banyak orang hidup dari sepak bola. Kita tidak bisa berhenti hidup. Bagaimana setelah periode ini banyak pemain dari 30 tahun akan melanjutkan karier. Ini adalah masalah besar, dan banyak dari pemain ini akan berhenti bermain karena menjadi masalah untuk kembali ke trending normal," ujarnya.
(asf)