LANGIT7.ID, Jakarta - Saat ini, pemerintah melaksanakan pembangunan fisik secara masif sebagai tuntutan dari transformasi digital. Namun demikian, pada saat yang sama ada kebutuhan komunikasi yang efektif dan akurat serta dapat menjangkau secara masif agar masyarakat bersama pemerintah melawan pandemi Covid-19.
Pemerintah sendiri memiliki target 95% masyarakat secara disiplin menggunakan masker sebagai alat pertahanan yang paling kuat untuk mencegah tertular dan membatasi penularan Covid-19.
“Saat ini arahan presiden terakhir secara jelas memastikan kita untuk mampu menangani dan mengendalikan pandemi dengan cara melaksanakan protokol kesehatan 3M secara ketat secara khusus memastikan 90% rakyat bangsa kita di bulan September nanti sudah harus menggunakan masker secara disiplin,” tutur Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangan tertulis.
Mengutip data statistik pada bulan Agustus 2021, Menkominfo menujukkan bahwa hanya 85% tingkat kepatuhan dalam menggunakan masker.
“Komunikasi publik menjadi tugas terdekat dan kita sekalian untuk memastikan bahwa di bulan Oktober harus mampu meningkatkan menjadi 95%. Untuk itu komunikasi publik mempunyai peran yang sangat sentral,” tandasnya.
Oleh karena itu, Menteri Johnny menilai upaya komunikasi publik harus dilakukan dengan berbagai kombinasi kebijakan dan strategi yang bisa mendukung penanganan pandemi. Komunikasi publik mengambil peran yang sangat sentral untuk mengajak masyarakat mengambil bagian secara aktif secara masif.
“Tidak hanya memastikan terlaksananya testing tracing dan treatment (3T), tugas dan tantangan komunikasi publik perlu dilakukan dengan tepat kepada masyarakat agar masyarakat paham dan bisa memanfaatkan dan menggunakannya informasi dengan baik. Agar sinergi penanganan 3T kita menjadi lebih efektif dan lebih optimal. Untuk mengikuti dan melaksanakan vaksinasi Covid-19, melaksanakan 5M secara ketat plus melakukan 3T dengan efektif yang akan membantu Indonesia mempercepat menangani, mengendalikan dan mengakhiri pandemi Covid-19,” tuturnya.
Menkominfo menyatakan komunikasi publik yang akurat, tepat dan pemilihan gaya komunikasi serta narasi sesuai segmentasi kelompok masyarakat penting dilaksanakan dengan baik. Selain itu, pemanfaatan dan penggunaan jaringan komunikasi serta media harus bisa dimanfaatkan secara efektif guna melakukan orkestrasi informasi dan komunikasi yang efektif. “Dengan harapan komunikasi ini yang menjadi sahabat dan teman masyarakat di setiap saat,” tegasnya.
Menurut Menteri Johnny, di tengah kemajuan teknologi informasi yang berpotensi adanya pemanfaatan ruang digital secara keliru, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo memiliki tugas untuk memberikan penjelasan dan melindungi masyarakat dari infodemi atau hoaks.
“Menjadi tugas Ditjen IKP dan Kominfo secara keseluruhan untuk memastikan konter narasi dan penjelasan kepada masyarakat agar masyarakat terlindungi dari infodemi,” tuturnya.
Pelaksanaan tugas itu menurut Menkominfo bisa dilakukan dengan cara koordinasi, kolaborasi untuk menuju satu titik simpul yang optimal demi kepentingan negara bangsa dan masyarakat. Menteri Johnny menyebutkan hal itu secara khusus menjadi perhatian saat bangsa Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid -19.
“Kita juga harus menghadapi infodemi dan inilah yang menjadi arena dan area tugas Direktorat Jenderal IKP Kominfo. Saya percaya Pak Usman sebagai bagian dari lingkungan media dan seorang jurnalis senior Indonesia pasti mampu melaksanakannya dan dengan didukung jaringan media massa dan kanal media,” ungkapnya.
Sebelum menyampaikan arahan dan sambutan pelantikan, Menkominfo menyampaikan selamat tahun baru 1 Muharram 1443 H dan mengajak seluruh sivitas Kementerian Kominfo bekerja dengan baik di tengah semangat Peringatan ke-76 Kemerdekaan RI.
“Saya menyampaikan selamat tahun baru 1 Muharram 1443 H, kita sebagai bangsa itu juga bersamaan dengan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia bangsa kita Kementerian kita dan seluruh pejabat serta aparat sipil negara dapat bekerja dengan sebaik-baiknya dan selalu diberkati,” ungkapnya.
Di tengah pandemi, Menkominfo menilai tugas komunikasi dan informasi menjadi penting karena adanya kebutuhan atas pola cara dan model yang paling efektif dalam menghadapi, menangani dan mengakhiri serta mengendalikan pandemi Covid-19.
“Peran serta dan partisipasi aktif masyarakat dan untuk itu komunikasi publik menjadi titik simpul yang penting kita sekalian dipanggil oleh pemerintah kepercayaan Presiden, kepercayaan kementerian kepercayaan negara kepada Ditjen IKP sebagai orkestrator dan dirjen komunikasi untuk mengajak dan menggalang kekuatan,” ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.
(zul)