LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (
PUPR) mempercepat pembangunan Bendungan Margatiga yang dijadwalkan rampung pada Desember 2022. Proyek Bendungan ini saat ini sudah mendekati pekerjaan 96%.
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menjelaskan, pembangunan bendungan bertujuan untuk meningkatkan volume tampungan air, sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian terus terjaga, penyediaan air baku, serta pengendalian banjir.
"Pembangunan bendungan akan diikuti dengan pembangunan jaringan irigasinya, sehingga dengan adanya suplai air yang kontinu dari bendungan para petani bisa melakukan tanam hingga 2-3 kali dalam setahun," ujar Basuki dalam keterangan persnya dikutip Jumat (19/8/2022).
Baca juga: PUPR Dukung Pengembangan Budidaya Jagung di Papua dan NTTBasuki menyampaikan, Bendungan Margatiga memiliki kapasitas tampung 42,31 juta meter kubik dengan luas genangan 2.314 hektar, yang dipersiapkan untuk memasok air baku sebesar 0,8 meter kubik per detik untuk Kabupaten Lampung Timur.
Bendungan ini mempunyai luas wilayah sekitar 5.325,03 kilometer persegi atau sekitar 15 persen dari total wilayah Provinsi Lampung, Kabupaten Lampung Timur diperkirakan akan terus berkembang.
"Salah satunya melalui pengembangan sektor industri, pertambangan, pariwisata, pelayanan jasa, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan air baku bersumber dari bendungan," ungkapnya.
Bendungan yang berlokasi di Desa Negeri Jemanten dan Desa Trisinar ini terintegrasi dengan dua bendungan lainnya di wilayah hulu, yaitu Bendungan Way Sekampung dan Bendungan Batutegi yng sudah selesai beberapa tahun yang lalu.
Baca juga: Waduk Pidekso Dikembangkan jadi Destinasi Wisata ParalayangBendungan Margatiga diproyeksikan dapat mereduksi banjir sebesar 83,10 meter kubik per detik untuk sebagian wilayah Bandar Lampung dan Lampung Timur. Bendungan ini juga memiliki potensi sebagai konservasi air dan destinasi pariwisata baru di Lampung.
(sof)