LANGIT7.ID, Jakarta - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menggelar vaksinasi kedua untuk anggota jam'iyyah, simpatisan, dan masyarakat umum. Bagi Persis, vaksinasi merupakan bentuk ikhtiar dalam menanggulangi pandemi Covid-19 yang sejak Maret 2020 tidak kunjung selesai di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan langsung Sekretaris Umum PP Persis Ustadz Haris Muslim. Dalam kesempatan tersebut, dia pun menyampaikan terima kasih kepada Polda Jawa Barat (Jabar) sehingga penyelenggaraan vaksinasi berjalan dengan lancar, tidak berkerumun, dan tak memunculkan risiko kluster penyebaran Covid-19.
"Kami juga hendak menyampaikan kepada masyarakat bahwa vaksin bukan jaminan. Namun, kalau sudah vaksin, hal itu menjadi ikhtiar maksimal," ujar Haris dikutip dari laman resmi Persis, Rabu (11/8/2021).
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para petugas medis dan juga peserta vaksin yang meluangkan waktu serta tenaga untuk dapat hadir. "Pada intinya kami sangat mendukung program vaksinasi ini, apalagi dapat memberikan dampak positif terutama dalam hal pendidikan. Karena Persis adalah lembaga yang memiliki lebih dari 300 pesantren di Indonesia," ujarnya.
Dalam kesempatan sama, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dofiri mengatakan, selama ini pihaknya berkolaborasi dengan Persis demi menyukseskan program vaksinasi di Jabar. Dofiri menyebutkan, Jabar memiliki sekira 50 juta penduduk dan untuk mencapai
herd immunity harus dilakukan vaksinasi kepada sekitar 37 juta orang.
"Karena Persis memiliki banyak jamaah dan pesantren yang tersebar di penjuru Jabar. Oleh karena itu, untuk sekarang dan seterusnya kami akan terus berkolaborasi bersama Persis. Mudah-mudahan stok vaksin masih banyak dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat," tuturnya.
Dofiri juga menekankan pentingnya pemberian edukasi kepada masyarakat tentang protokol kesehatan. Salah satunya tentang pengendalian Covid-19 dengan menerapkan 3 M, dan juga ditambah 3 T (tracing, testing, treatment). Karena itu, dia mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam pengendalian Covid-19 tersebut, sambil berahap pandemi yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China segera berakhir.
"Terlebih di pesantren dan sekolah-sekolah yang berharap bisa segera sekolah tatap muka. Kalau sudah divaksin, baik siswa maupun pengajar, setidaknya dapat memberikan rasa aman sehingga penyelenggaraan tatap muka secara bertahap bisa segera dilakukan," ujarnya.
(asf)