LANGIT7.ID, Jakarta - UMKM mendapat berbagai persoalan disaat pandemi ini. Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) memberikan penguatan kepada Smesco Indonesia sebagai pusat layanan yang menjawab permasalahan UMKM, khususnya dalam hal pemasaran.
Smesco Indonesia hadir menjadi implementator dari kebijakan dan sinergi antara Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dengan
stakeholder terkait. Artinya, Smesco menjadi bukti nyata sebuah implementasi kebijakan di ranah kementerian dan lembaga yang bersinergi dengan
stakeholder terkait, baik lintas kementerian, perbankan, mau pun
platform digital.
Baca juga:
Dorong Kemajuan UMKM, Pemerintah Alokasikan Rp161,2 TriliunDirektur Utama Smesco Indonesia, Leonard Theosabrata mengatakan, Smesco sebagai badan layanan umum menghasilkan suatu bentuk bantuan yang bisa langsung dirasakan oleh pelaku UMKM.
Melalui adaptasi dan transformasi digital saat ini, data UMKM yang diperoleh dimanfaatkan untuk mendapatkan intelejensi bisnis yang lebih baik, termasuk menjangkau pasar yang lebih luas.
“Transformasi digital saat pandemi ini, selain diperlukan fleksibilitas juga perlu dilakukan konvoi produk nasional yang memiliki peluang
post-pandemic boom sector untuk membawa Indonesia ke posisi yang lebih baik,” ujarnya pada peringatan Hari UMKM Nasional 2021, Kamis (12/8).
Baca juga:
Adaptasi Pandemi Penting untuk Keberlangsungan UKMImplementasi yang dilakukan Smesco disaat pandemi dirasa cukup berhasil membentuk ekosistem
end to end dalam memberikan pelayanan kepada UMKM. Dalam hal ini, Smesco memberikan pelayanan agregasi komoditas, pembiayaan, pelatihan pendampingan, investasi, dan akses terhadap pasar global.
“Kita juga mendorong penjualan produk UMKM ke pasar internasional, selain itu kami juga telah membentuk siren.id, yakni
Smesco Indonesia Retail Network. Jadi ini bentuk pelayanan UMKM secara logistik yang akan dilakukan di Pulau Jawa terlebih dahulu sebagai pusat ekonomi nasional,” ujarnya.
Pandemi yang mempengaruhi pasar UMKM perlu diikuti dengan kehadiran sebuah inovasi dan sinergi. Diharapkan dari inovasi dan gaya hidup baru ini bisa dimanfaatkan untuk menggali potensi yang ada.
“Sehingga hubungan antara deputi terhadap Smesco dan lintas kementerian menjadikan transformasi yang memiliki nilai inovasi yang besar, maka sinergi perlu terus dilakuakan karena kita masih kaya dengan budaya dan SDA yang ada,” jelasnya.
(zul)