LANGIT7.ID-Jakarta; Indonesia tengah mengintensifkan penetrasi pasar global melalui serangkaian perjanjian dagang strategis dengan berbagai negara mitra. Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, saat ini Indonesia sedang aktif melakukan perundingan perjanjian dagang dengan 17 negara.
Saat ini, Indonesia sudah menuntaskan perjanjian dagang dengan 11 negara mitra. Selain itu, Kemendag juga sedang melakukan penjajakan awal perjanjian dagang baru dengan 13 negara lainnya. Upaya ini merupakan bagian dari strategi Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar, khususnya ke wilayah-wilayah non-tradisional yang memiliki potensi besar namun belum tergarap maksimal.
"Kemendag terus melakukan perjanjian dagang untuk mempermudah produk Indonesia memasuki pasar negara mitra dagang," ujar Mendag Budi Santoso. Strategi ini dinilai penting mengingat dinamika perdagangan global yang semakin kompleks dan kompetitif.
Baca juga: Mendag Budi Santoso Beberkan Program Unggulan Kemendag di Hadapan DPD RIDalam implementasinya, Kementerian Perdagangan tidak hanya fokus pada aspek perjanjian dagang, tetapi juga memperhatikan kepentingan pelaku usaha dalam negeri. Hal ini tercermin dari pendekatan yang diambil dalam setiap perundingan, di mana aspek perlindungan pasar domestik tetap menjadi pertimbangan utama.
"Ini untuk melakukan pengamanan dalam negeri dan perlindungan industri dalam negeri. Kebijakan Kemendag untuk impor produk tertentu memuat kebijakan dari kementerian lembaga terkait," jelas Mendag Budi Santoso.
Menariknya, inisiatif perluasan pasar ini juga sejalan dengan program transformasi UMKM yang sedang digalakkan pemerintah. Perjanjian dagang yang sedang dirintis diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi produk-produk UMKM Indonesia ke pasar internasional, sekaligus mendorong peningkatan standar kualitas produk lokal.
Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Perdagangan melakukan pembinaan kepada UMKM agar memiliki daya saing, termasuk menyalurkan produk UMKM melalui berbagai saluran distribusi seperti lokapasar dan retail modern.
Baca juga: Resmikan Kantor RCEP Support Unit, Mendag Budi Santoso: Tonggak Baru Perkuat Integrasi Ekonomi KawasanSementara itu, Komite IV DPD RI memberikan apresiasi atas upaya Kementerian Perdagangan dalam memperluas akses pasar internasional. Mereka juga mendorong agar manfaat dari perjanjian dagang ini bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Pernyataan tersebut disampaikan Mendag Budi Santoso saat menghadiri rapat kerja bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, Selasa (10/12).
Baca juga: Mendag Budi Tekankan Kewirausahaan sebagai Indikator Penting Pertumbuhan EkonomiKe depan, Kementerian Perdagangan berencana untuk terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam mengawal proses perundingan yang sedang berjalan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap perjanjian yang dihasilkan dapat mengakomodasi kepentingan nasional secara menyeluruh.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, diharapkan Indonesia dapat memaksimalkan manfaat dari setiap perjanjian dagang yang dijalin, sekaligus memperkuat posisinya dalam peta perdagangan global. Kehadiran jajaran pejabat tinggi Kemendag dalam rapat kerja tersebut, termasuk Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri dan jajaran Direktur Jenderal, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengawal agenda perdagangan internasional ini.
(lam)