LANGIT7.ID - , Jakarta - Beberapa orang berharap dapat mengubah sifat
pasangan menjadi lebih baik dalam sebuah
pernikahan. Namun, bisakah hal demikian dilakukan?
Psikolog klinis Marsha Tengker atau yang akrab disapa
Caca Tengker mengatakan mengubah sifat pasangan bisa saja dilakukan. Namun, perlu diingat untuk mencapai hasil yang diinginkan semua bergantung dari pasangan tersebut.
Baca juga: Ini Ciri-Ciri Pasangan yang Tak Layak Dipertahankan"Bukannya tidak bisa, bisa saja, tetapi
effort-nya akan lebih berat daripada kita mengubah diri kita sendiri," ujar Caca dalam diskusi bertajuk Lika-liku
Rumah Tangga di Setiap Jenjang, Kamis (22/9/2022).
Menurut dia, akan lebih baik jika perspektif mengubah perilaku pasangan diganti menjadi belajar mengontrol diri sendiri agar keinginan mengubah pasangan tidak dilakukan.
"Kalau bisa mengontrol itu, harusnya kita juga bisa mengontrol harapan kita. Jadi
perilaku kita juga bisa dikontrol karena kalau kita berharap mengubah pasangan kita effortnya akan sangat besar. Misalnya 80 persen kita mau merubah dia, tetapi dianya tidak ada kemauan untuk mengubah diri, maka dia tidak akan berubah," katanya.
"Akhirnya kita capek sendiri. Kita yang merasa gagal atau kita menyalahkan pasangan kita karena tidak mau berubah," lanjut ibu dua anak itu.
Baca juga: 5 Resep Finansial Bagi Pasangan Muda Ala Prita GhozieLebih lanjut, istri Barry Tedja Tamin ini memberikan solusi agar perilaku
suami dapat berubah.
"Solusinya kita harus mengingatkan dia atas kebiasaan buruknya, tetapi kadang-kadang capek dan kesal, itu tidak apa-apa. Kembali lagi dalam hubungan itu terpenting adalah bagaimana bisa
berkomunikasi dengan baik terkait kebutuhan kita," tuturnya.
Meski demikian, ia mengingatkan untuk dikomunikasikan secara spesifik agar suami atau istri tidak merasa dirinya memiliki perilaku yang sangat buruk sedunia.
"Misal komunikasikan, 'aku merasa kesal kalau kamu tidak menutupi pintu kamar mandi saat masuk ataupun keluar.' Jadi spesifik perilakunya. Sebab bila tidak spesifik atau langsung menjudge, misal dia orangnya berantakan itu akan menyerang kepribadiannya, dan itu lebih menyakitkan. Biasanya kalau orang yang tersakiti akan mencoba menyakiti lagi," kata Caca.
Baca juga: Harmonis dan Saling Dukung, 5 Pasangan Artis Ini Kompak Perdalam Islam"Tapi kalau kita mencoba menyampaikannya secara spesifik apa yang mau kita ubah, dia akan lebih sadar bahwa kita ingin mengubah kebiasaannya. Misalnya yang berkaitan dengan menutup pintu kamar mandi tadi. Bukan perilaku dia secara keseluruhan yang membuatnya merasa perilaku dia jelek sedunia gitu, bukan," pungkasnya.
(est)