Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 10 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

BMM: Hak Disabilitas dalam Mengenal Islam Harus Didukung Penuh

Andi Muhammad Rabu, 28 September 2022 - 06:30 WIB
BMM: Hak Disabilitas dalam Mengenal Islam Harus Didukung Penuh
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
LANGIT7.ID, Jakarta - Salah satu lembaga pendidikan agama yang mengajarkan para penyandang disabilitas tuna rungu dalam mengenal Islam yakni Pondok Pesantren Tunarungu Darul A'shom, Depok, Sleman, Yogyakarta. Ada 120 santri tuli di pesantren ini yang diasuh oleh satu pengajar, yaitu Ustaz Abu Kahfi.

Manager Penghimpunan Baitul Maal Muamalat (BMM), Muhammad Riandy menyampaikan bahwa pihaknya kini tengah mendalami terkait hak disabilitas tuna rungu dalam mengenal Islam.

Lanjut Riandy, pihaknya mengaku baru mengetahui isu tersebut melalui informasi yang disampaikan Langit7.id. Sebab itu pihaknya akan mendukung penuh akan hak disabilitas tuna rungu dalam mengenal Islam.

"Kehadiran kami sebagai filantropi Islam, sebagai amil zakat tentunya, memiliki peran kita menyampaikan kepada masyarakat bahwa banyak saudara-saudara kita yang harusnya bisa mengenal Islam dengan baik," ujar Riandy dalam webinar Langit7.id bertajuk 'Hak Disabilitas (Tuna Rungu) Dalam Islam', Selasa (27/9/2022).

Oleh karena itu, kata Riandy, BMM ingin ikut serta mengajak lapisan masyarakat untuk membangun kesadaran dalam membatu tuna rungu memelajari Islam.

Baca Juga: Hayrat Foundation Siapkan Fasilitas Khusus untuk Kelompok Difabel

Salah satunya dengan mencanangkan program training of trainer dengan tujuan menambah tenaga pengajar guna membimbing para penyandang tuna rungu dalam mengenal Islam lebih dalam.

"Namun dengan keterbatasannya, maka dia harus didukung dalam banyak faktor," ujarnya.

Lanjut Riandy, BMM hadir dalam kesempatan ini sebagai jembatan kebaikan dengan memberikan solusi. Dia memaparkan bahwa pihaknya memiliki empat peran dalam membantu hak disabilitas tuna rungu mengenal Islam.

Pertama, sebagai jembatan antara donatur dan penerima manfaat. Guna menyampaikan apa yang perlu dibutuhkan oleh penerima manfaat agar mendapatkan bantuan yang sesuai kebutuhan.

Kemudian, kata Riandy, melakukan program-program yang belum tersentuh masyarakat luas dan pemerintah. Sebab tugas dari amil zakat berbagai sudut yang belum ter-cover oleh masyarakat umum.

"Bahwa banyak saudara kita yang tuna rungu ternyata belum bisa mengenal Islam ini belum tersentuh. Ini peran kami tentunya harus hadir dan menyampaikan kepada masyarakat dan donatur untuk ikut andil dalam membantu penyelesaian solusi masalah ini," ujarnya.

Baca Juga: Curhat Rahmat ke Jokowi: Ingin Gadai Ijazah untuk Modal Usaha

Selanjutnya yakni advokasi, bukan hanya sekedar memberikan program tanpa berkelanjutan, namun memberikan sejumlah progam yang membuat pemerintah ataupun stake holder turut ikut andil dalam menyukseskan program tersebut.

"Niatan kami untuk bisa hadir dalam program penuntasan melawan keterbatasan kepada para teman tuli kita dalam mengenal Islam, sehingga makin banyak stakeholder yang hadir untuk bisa support," ujar Riandy.

Terakhir yakni berfokus pada syiar. Maka dari itu, kata Riandy, terkait isu hak disabilitas mengenal Islam menjadi prioritas program yang harus dijalankan.

"Saudara kita disabilitas ini mempunyai hak yang sama dan harus kita dukung, harus support system yang juga komprehensif," jelasnya.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 10 April 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:58
Ashar
15:14
Maghrib
17:57
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)