Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home wisata halal detail berita

Kampung Mataraman, Wisata Berkonsep Edukasi dan Budaya Agraris

hasanah syakim Rabu, 12 Oktober 2022 - 08:32 WIB
Kampung Mataraman, Wisata Berkonsep Edukasi dan Budaya Agraris
Kampung Mataraman, Wisata Berkonsep Edukasi dan Budaya Agraris. Foto: Instagram @kampoengmataraman.
LANGIT7.ID, Jakarta - Kampung Mataraman merupakan salah satu tempat wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menawarkan konsep unik. KAmpung ini menghidupkan kembali peradaban manusia abad ke-19, yaitu zaman kerajaan Mataram Islam kuno.

Manager Kampung Mataraman, Panji Kusuma menjelaskan Kampung Mataraman berdiri pada 29 Juni 2017. Di mana Kampung Mataraman ini lebih mengupas tentang potensi yang ada di Desa Panggungharjo.

Kampung Mataraman ini terletak di Jalan Ringroad Selatan, Nomor 93 Glugo, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, DIY yang menyajikan terkait kebutuhan pokok manusia Jawa, yaitu sandang, pangan, dan papan.

"Gagasannya dari Pak Lurah, karena ini tanah kas desa yang tadinya di sewa orang luar sehingga uang sewa hanya masuk ke pemerintah desa. Sementara masyarakat hanya bisa menonton tanpa mendapatkan sesuatu," kata Panji dalam tayangan YouTube JITV Pemda DIY dikutip Rabu (12/10/2022).

Menurut dia, keadaan tersebut yang membuat lurah Desa Panggungharjo berinisiatif bagaimana caranya, tanah kas desa bisa betul-betul bisa dirasakan manfaatnya harus oleh masyarakat lokal.

Baca Juga: Liburan Usai PTS, ini Rekomendasi 5 Wisata Museum Transportasi

"Sehingga di cari cara kemudian dibantu oleh tim untuk memetakan potensi, hingga akhirnya kami menemukan konsep wisata edukasi budaya agraris yang diusung dengan Kampung Mataraman," ujarnya.

Di kawasan Kampung Mataraman ini, Sahabat Langit7 dapat meihat warung-warung yang menyajikan makanan khas Jawa Yogyakarta, bergaya Mataraman. Makanan yang ditawarkan pun cenderung menggunakan bahan-bahan lokal.

"Jadi mulai dari bahan, bumbu, menu, dan cara penyajiannya pun lokal. Karena memang menu-menu ini adalah menu tradisional yang cenderung kampung atau deso, karena budaya yang kami usung adalah budaya kerakyatan," kata Panji.

Panji mengatakan, dengan mengusung budaya kerakyatan, Kampung Mataraman ini berbeda jauh dengan budaya keraton. Rata-rata makanan yang disajikan pun berbahan lokal atau bebas MSG.

"Kami menggunakan bumbu lokal sehingga memang tidak segurih ketika menggunakan MSG, karena ibu-ibu yang masak di pawon kami itu betul-betul tidak menggunakan MSG," ujarnya.

Menurut dia, hal tersebut dilakukan karena warga kampung lebih percaya bahwa bumbu lokal lebih sehat, sehingga membatasi produk-produk yang dari pabrikan.

Baca Juga: Kemenparekraf Klaim Sirkuit Mandalika Lombok Siap Gelar WSBK 2022

"Kami berupaya melakukan kedaulatan pangan lokal dan lebih mengoptimalkan apapun produk yang dibuat oleh masyarakat desa kami ataupun desa tetangga. Selama dibuat oleh warga desa, itu bisa menguatkan khazanah apapun yang ada di Kampung Mataraman," kata dia.

Selain warung-warung makanan tradisional, di Kampung Mataraman ini Sahabat Langit7 juga dapat melihat beberapa bangunan khas tradisional Yogyakarta yang begitu sederhana yang ada di kanan kiri kawasan wisata.

"Karena kami ingin mengembalikan Desa Panggungharjo yang berada di pinggir kota, tidak menjadi kota semuanya. Tapi ada satu area yang di setting sedemikian rupa untuk menjadi desa sederhana kembali," ujarnya.

Panji juga menuturkan, di desa terdapat banyak nilai-nilai kearifan tradisi, mulai dari kesederhanaan, kejujuran, kegotongroyongan dan lainnya yang menurutnya sudah mulai hilang.

"Melalui Kampung Mataraman ini kami mempunyai harapan agar dapat mewujudkan kembali nilai-nilai kearifan tradisi," tuturnya.

Pengunjung Kampung Mataraman, Afan mengungkapkan Kampung Mataraman ini memilki udara yang sejuk, serta nyaman dan enak untuk dijadikan sebagai tempat untuk berkumpul bersama teman dan rekan kerja.
"Pendapat saya untuk Kampung Mataraman ini tempatnya sejuk terus nyaman dan enak, semisal untuk rapat, dan ngobrol," ujar Afan.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)