Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 26 April 2026
home masjid detail berita

Bolehkah Fanatik dalam Beragama, Ini Penjelasan KH Tafsir

arif purniawan Ahad, 30 Oktober 2022 - 21:32 WIB
Bolehkah Fanatik dalam Beragama, Ini Penjelasan KH Tafsir
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah KH Tafsir (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Semarang - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah KH Tafsir menyampaikan bahwa fanatisme dalam beragama adalah sah-sah saja.

Namun perlu diingat, jangan sekali-kali fanatisme digunakan untuk memvonis salah kepada orang lain yang berbeda pendapat.

“Tetapi fanatisme yang ada adalah untuk membangun militansi diri untuk berkomitmen, bukan untuk mengabaikan, menyalahkan bahkan memvonis orang lain yang berbeda. Itu bukan karakter Muhammadiyah,” ucap Tafsir dikutip dari laman pwmjateng.com, Ahad (30/10/2022).

Baca juga: Makna Menuntut Ilmu Hingga Akhir Hayat Menurut Buya Yahya

Muhammadiyah di dalam prinsip tarjihnya memiliki 16 prinsip, di antaranya yakni terbuka dan toleran. Terbuka berarti Muhammadiyah siap menerima masukan dan koreksi dari siapapun, dan toleran berarti Muhammadiyah tidak akan menyalahkan pendapat/pandangan orang atau organisasi lain.

“Dengan prinsip toleran, Muhammadiyah tidak akan menyalahkan kelompok lain. Karena dalam pandangan Muhammadiyah selama itu menyangkut penafsiran dan pemahaman sifatnya relatif,” ujarnya.

“Yang mutlak benar adalah Islam itu sendiri, yang mutlak benar adalah Qur’an itu sendiri, yang mutlak benar adalah sunah itu sendiri, yang mutlak benar adalah syariat Islam itu sendiri,” paparnya.

Sementara, pemahaman manusia terhadap Qur’an, sunah dan Islam itu bersifat relatif. Maka tidak ada yang boleh mengaku paling benar. Yang ada adalah silahkan diamalkan apa yang dipahami.

Baca juga: Tausiah Ahad Pagi: Menghidupkan Kembali Hati yang Telah Mati

“Maka jika kita memahami Islam model Muhammadiyah maka amalkan. Tetapi apa yang kita amalkan menurut Muhammadiyah tidak boleh untuk menyalahkan kelompok lain yang mengamalkan Islam dengan model ulama NU,” bebernya.

Dikatakan, Muhammadiyah tidak akan menyalahkan NU, tetapi juga Muhammadiyah tidak boleh disalahkan oleh NU. Yang ada adalah untuk memedomani pemahaman masing-masing.

“Itulah etika berpaham, itulah etika beragama. Untuk mengamalkan bukan menyalahkan, untuk diamalkan bukan disalahkan,” pungkasnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 26 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)