Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home masjid detail berita

Makna Menuntut Ilmu Hingga Akhir Hayat Menurut Buya Yahya

hasanah syakim Ahad, 30 Oktober 2022 - 12:34 WIB
Makna Menuntut Ilmu Hingga Akhir Hayat Menurut Buya Yahya
Makna Menuntut Ilmu Hingga Akhir Hayat Menurut Buya Yahya. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID, Jakarta - Islam merupakan agama yang memuliakan seorang yang berilmu sehingga menuntut ilmu wajib baik kaum muslim ataupun muslimah. Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw pernah bersabda:

طَلَبُ اْلعِلْمْ فَرِثْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya: "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim". (HR Ibnu Majah no 224.).

Sementara dalam qaul ulama juga diperintahkan agar umatnya menuntut ilmu dari lahir hingga maut menjemputnya.

أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

Artinya: "Tuntutlah ilmu dari buaian (bayi) hingga liang lahat".

Pengasuh Pondok Pesantren Al Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menegaskan menuntut ilmu tiada batasan, begitu pun dengan seorang ustaz yang harus banyak belajar karena terlalu banyak yang dipertanyakan.

"Menuntut ilmu, dari ayunan ibunda sampai ke liang lahat artinya menuntut ilmu itu tiada batasnya. Dikatakan dalam kitab Adabul 'Alim Wa Al Muta'alim Syeh Hasyim Asy'ari menukil para salaf, jika ada manusia yang merasa tidak butuh belajar lagi, maka dia menjadi manusia bodoh," kata Buya Yahya dalam tayangan YouTube Al Bahjah TV dikutip Ahad (30/10/2020).

Menurut dia, seorang muslim harus menuntut ilmu, terlebih jika seorang ustaz maka dia harus lebih banyak belajar. Sehingga jangan anggap kalau menjadi seorang ustaz tidak belajar, akan tetapi lebih banyak belajarnya.

"Bahkan kata Imam Syafi'i semakin aku tambah ilmu, semakin aku merasa bodoh. Semakin tambah ilmu bukan semakin merasa pintar tetapi merasa semakin bodoh," ujarnya.

Baca Juga: Sentimen Anti-Sains Semakin Menguat, Kebebasan Akademik Terancam

Buya Yahya mengatakan, hal tesebut karena ternyata semakin mendalami ilmu tertentu, maka semakin banyak pula ilmu yang tidak diketahui. Sehingga belajar dan mencari ilmu menjadi penting.

"Semakin naik ke gunung semakin luas dan semakin tinggi. Makanya kadang-kadang kalau ada orang yang sudah tidak mau belajar, terkadang kita gemas jadi ustaz, jadi malas belajar, merasa hebat gengsi untuk belajar," tuturnya.

Lebih jauh, Buya Yahya menyebut di saat seseorang menemukan di lingkungan orang-orang mulia, maka mereka belajar duduk menghadiri majelis ilmu yang faidahnya bukan saja ilmu, tetapi ada keberkahan dan rahmat dari Allah Ta'ala.

"Jadi anda duduk dapat rahmat dan berkah kemudian di do'akan oleh para malaikat, belum lagi ilmu yang didapat. Jadi tidak ada batas menuntut ilmu. hanya nanti ada ilmu yang perlu didahulukan, yaitu ilmu fardu ain," jelasnya.

Menurutnya, ilmu fardu ain tersebut seperti belajar wudhu, salat, akidah dan lainnya. Selebihanya menurut Buya Yahya adalah sunnah semisal belajar ilmu zakat, haji, dan lainnya.

"Anda pun tidak wajib belajar ilmu zakat kecuali sudah punya harta yang harus dizakati, serta tidak wajib belajar ilmu haji kecuali sudah waktunya naik haji," tuturnya.

Baca Juga: Masjid Grand Wisata Bekasi Gelar Tabligh Akbar Maulid Bersama Gus Muwafiq

Kendati demikin, kalaupun ada orang yang belajar tentang zakat atau haji hari ini juga diperbolehkan akan tetapi belum wajib. Sebab, sampai kapanpun ilmu bermacam-macam.

"Kadang kita butuh ilmu yang saat itu sedang melanda kita, semisal kekotoran hati. Kita lagi suka marah-marah kepada orang, maka hadir di majelis ilmu untuk menyejukan hati, tidak ada batasnya," tuturnya.

Begitu juga dengan seorang ustaz yang harus mempunyai ilmu yang lebih luas karena ilmunya bukan hanya untuk dirinya sendiri, sehingga belajarnya ustaz berbeda dengan belajarnya orang biasa.

"Kalau menjadi ustaz jauh lebih luas lagi, dia belajar bukan hanya untuk dirinya tapi untuk orang banyak, dan macam-macam apalagi dengan pertanyaan. Kalau tidak belajar nanti ustaznya ngaur, maka tidak ada batasan sampai mati," ujar Buya Yahya.

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)