LANGIT7.ID, Banjarnegara - Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah melakukan terobosan dalam hal pemenuhan kebutuan energi gas. Desa tersebut mampu memanfaatkan lapisan bawah rawa atau Biogenic Shallow Gas (BSG).
Alhasil, saat ini warga setempat bisa menikmati gas dari keberadaan rawa di daerah tersebut. Dari total 163 rumah yang ada di desa tersebut, saat ini yang sudah terpasang instalasi dan bisa menikmati sambungan gas baru 25 unit rumah. Artinya, masih ada 138 rumah yang belum terpasang instalasi.
“Pengelola separator BSG, akan diserahkan kepada BUMDes. Masyarakat akan diminta iuran yang jauh lebih hemat, sekitar 50 % dibanding membeli gas elpiji,” kata Kades Pagundungan, Murti, Rabu (18/8), dalam keterangan tertulis.
Baca juga: Pemprov Jateng-Shopee Dirikan Kampus UMKM untuk Tingkatkan Literasi DigitalGubernur Jateng Ganjar Pranowo mengapresiasi upaya Desa Pagundungan yang telah memanfaatkan keberadaan rawa di kawasan tersebut menjadi energi gas. Spirit desa mandiri energi bisa diwujudkan.
“Mudah-mudahan nanti yang lainnya tinggal kita bereskan. Ada sekitar 138 KK lagi yang akan menggunakan, maka semya tercover. Nanti Dinas ESDM akan bantu 100, sisanya nanti dari desa. Lumayan, tidak akan akan ada lagi uang yang dikeluarkan untuk beli elpiji, karena di sini sudah disediakan,” kata Ganjar, usai meresmikan separator BSG di Desa Pagundungan.
Baca juga: Ganjar Nggak Mikir Pilpres 2024: Saya Fokus Tangani Covid-19Untuk mengantisipasi berkurangnya pasokan gas yang ada di kawasan tersebut, Ganjar memita agar ada pemetaan geologis, di titik-titik mana nantinya akan dibuat sumur-sumur untuk cadangan BSG. Pada setiap titik, setidaknya butuh kedalaman hingga 8 meter.
“Kalau usianya 25 tahunan, maka kita siapkan untuk tahun ke-26. Jadi di mana lagi sumbernya, kalau dapat 25 tahun lagi artinya kita bisa 50 tahun betul-betul mandiri,” ucapnya.
Di Jawa Tengah, selain di Pegundungan Banjarnegara, praktik pemanfaatan gas rawa juga sudah dilakukan di Kabupaten Grobogan dan Sragen.
(zul)