LANGIT7.ID, Jakarta - Kemenangan Maroko atas Belgia di gelaran Piala Dunia 2022 dengan skor akhir 2-0 ditutup dengan sujud syukur para pemain. Hal ini menjadi sorotan mata dunia dan perbincangan hangat netizen seluruh dunia baik muslim dan non muslim.
Setiausaha Agung Kesatuan Ulama Muslim Antarabangsa, Dr Ali Al Qaradaghi menyoroti hal itu sebagai salah satu bentuk dakwah. Sebab perilaku yang dilakukan para pemain Timnas Maroko membuat banyak warganet mencari tahu maksud dan tujuan sujud syukur.
"Hal (sujud syukur) indah itulah yang mendeklarasikan syukur kepada Allah sekaligus menjadi wasilah (media) dakwah. Orang-orang akan mencari tahu tentang sujud itu, dan mereka (para pemain) pasti mendapatkan pahala jika ada yang mendapatkan hidayah akan hal itu," cuitnya di akun Twitter @Ali_Alqaradaghi, dikutip Rabu (30/11/2022).
Baca Juga: Daftar Top Skor Piala Dunia 2022: Cody Gakpo Saingi MbappePerlu diketahui, sujud syukur sendiri dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT secara spontan. Tentunya sujud syukur yang dilakukan atas dasar hal yang positif.
Islam Menjadi Sorotan di Piala Dunia 2022
Ada yang berbeda pada gelaran Piala Dunia kali ini, banyak hal-hal menarik yang erat kaitannya dengan agama Islam. Mulai dari negara Qatar sebagai negara muslim pertama yang menjadi tuang rumah Piala Dunia hingga hal-hal lainnya yang berkaitan dengan syariat.
Seperti kebijakan yang ditetapkan Qatar selalu tuan rumah, mereka melarang keras seks bebas, pesta minuman keras, berpakaian seksi, hingga larangan menyuarakan LGBT. Qatar tak segan memenjarakan para pelanggar aturan yang diberlakukan itu. Regulasi tersebut ditetapkan lantaran Qatar adalah negara muslim yang taat akan syariat.
Larangan tegas yang diterapkan Qatar menjadikan ajang pertandingan bertaraf internasional itu sebagai bagian dari dakwah Islam. Adapun pembukaan ajang sepakbola paling bergengsi ini dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur'an, surat Al-Hujurat ayat 13.
Syiar yang dilakukan Qatar sebagai tuan rumah menuai reaksi positif dari berbagai kalangan pecinta sepak bola di seluruh dunia. Secara tidak langsung, ini merupakan dakwah yang dilakukan tuan rumah.
Baca Juga: Taklukkan Qatar 2-0, Belanda Segel Satu Tempat di 16 BesarDakwah tersebut pun cukup sukses sebab pada Piala Dunia di Qatar mencatat sejarah baru bagi Islam. Selama ajang pertandingan akbar itu digelar, ratusan orang dilaporkan menjadi mualaf, salah satu yang paling mencuat yakni satu keluarga asal Brazil yang berikrar dua kalimat syahadat.
Dalam video yang beredar di media sosial, mereka dengan penuh rasa bahagia dibimbing oleh khatib, mengucap dua kalimat syahadat bersama disaksikan jamaah di sebuah masjid di Doha.
“Saya tidak bisa mengungkapkannya. Sulit untuk menggambarkannya. Itu adalah perasaan yang menyentuh hati saya,” kata Ibu dari keluarga Brasil itu, melansir dari The Siasat Daily.
(zhd)