Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 01 Mei 2026
home global news detail berita

Mengenal Negeri Maroko, Gerbang Masuknya Islam ke Eropa

Muhajirin Jum'at, 02 Desember 2022 - 14:15 WIB
Mengenal Negeri Maroko, Gerbang Masuknya Islam ke Eropa
Kota Tangier, Maroko (foto: TripSavvy)
LANGIT7.ID - Maroko merupakan negeri muslim yang memiliki peran penting dalam sejarah masuknya Islam ke Eropa. Dari Kota Tangier di Maroko, panglima Islam dari Dinasti Umayyah, Thariq bin Ziyad, memimpin pasukannya menyebrangi selat gibraltar untuk menaklukkan Andalusia dan menyebarkan cahaya Islam di daratan Eropa.

Pada masa klasik, wilayah Maroko dikenal dengan sebutan Mauretania. Nama itu sama sekali tidak berhubungan dengan Mauritania, negara di era modern. Akhir periode klasik, Maroko sempat dikuasai Kekaisaran Romawi.

Namun, abad kelima, Maroko beralih ke tangan Vandals, Visigoth, dan Imperium Bizantium. Pada masa itu, wilayah pegunungan tinggi yang menjadi bagian Maroko modern masih belum ditundukkan dan masih berada di tangan bangsa Berber.

Baca Juga: Penantian 36 Tahun Terbayar Tuntas, Maroko Melangkah ke 16 Besar Piala Dunia

Maroko memasuki babak baru setelah Islam menancapkan bendera di wilayah Afrika Utara. Ini tidak terlepas dari jasa besar Thariq bin Ziyad, yang dalam sejarah Spanyol dikenal dengan sebutan Taric el Tuerto.

Musim panas pada 711 M/92 H, Thariq bin Ziyad berangkat menuju Al-Andalus. Pada 29 April 711, pasukan Thariq mendarat di Gibraltar. Dia berhasil menguasai wilayah itu setelah mengalahkan kerajaan Visigoth, karena rajanya, Roderick terbunuh pada 19 Juli 711 M dalam pertempuran Guadalete.

“Sejarawan Islam menyebut apa yang dilakukan Thariq bin Ziyad sebagai pembebasan, walaupun sejarawan Barat atau Kristen menyebutnya sebagai pendudukan,” kata Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, dalam wawancara khusus bersama Langit7.id beberapa waktu lalu.

Dalam Qishshatu al-Andalusia min al-Fathi ila as-Suguti, Thariq bin Ziyad mulanya menaklukkan Maroko dan beberapa kota di sekitarnya. Sejarawan dari Amerika T Glick dalam bukunya, Muslim and Christian Spain, menyebut, Maroko merupakan gerbang Islam ke dunia Barat.

Baca Juga: Tak Hanya Bagus di Sepak Bola, Maroko Miliki Universitas Tertua di Dunia

Thariq mendapat kepercayaan penguasa tertinggi Bani Umayyah untuk membebaskan warga Andalus dari kekejaman Raja Roderick. Setelah membebaskan Maroko, pada 1 Ramadhan 91 H, Thariq dan 500 pasukan terbaik sampai ke Andalus. Mereka tak langsung kontak senjata. Dia mempelajari kondisi geografis, kondisi sosial masyarakat, hingga geopolitik di daerah itu.

Setelah itu, Thariq kemudian memerintahkan mengirim 7000 pasukan terbaik ke Andalusia. Roderick yang mendengar kabar tersebut langsung kembali ke pusat kota di Toledo. Dia mempersiapkan diri dengan 100 ribu pasukan untuk menyerang Thariq.

Mendengar jumlah pasukan Roderick tersebut, Thariq meminta untuk dikirimkan 5000 pasukan tambahan. Hingga pada akhirnya pada 28 Ramadhan 92 Hijriah, kedua pasukan yang tak imbang bertemu. Peperangan itu berlangsung sangat dahsyat selama 8 hari. Meski pasukan muslim kalah jumlah, namun mereka tak gentar menjemput syahid di medan perang.

Baca Juga: 7 Jurus Hadirkan Keindahan Taman ala Maroko di Rumah

Thariq pun memenangkan peperangan itu. Kekuasaan Roderick pun tumbang. Dari situ, dia meneruskan perluasan wilayah kekuasaan Islam hingga ke Selatan Andalus tanpa ada perlawanan berarti.

Thariq juga berhasil mengambil hati masyarakat Andalus. Itu terbukti dengan masyarakat Andalusia berbondong-bondong memeluk agama Islam. Mereka senang dengan keberhasilan pasukan muslim yang membebaskan mereka dari kekejaman Roderick.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 01 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:50
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)