LANGIT7.ID, Jakarta - Chief Executive Officer Rumah Kepemimpinan, Adi Wahyu Adji, memberikan tips menyusun
resolusi tahun baru agar tidak sekadar menjadi wacana dan rencana di atas kertas semata.
Menurut Adji, resolusi 2023 bisa dibuat
smart agar tidak sekadar menjadi wacana.
Smart artinya diturunkan sampai ke harian, diukur secara rutin minimal sebulan sekali, dan tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah (
flow).
“Dibuatnya harus
smart.
Smart itu spesifik, mudah diukur, akan dicapai, realistis, dan terukur waktunya. Jadi, bukan hanya sekadar ingin sukses, tapi suksesnya itu seperti apa,” kata Adji kepada
Langit7, Sabtu (24/12/2022).
Baca Juga: Naik Level di Tahun 2023 dengan Resolusi Inspiratif
Dia menjabarkan, jika resolusi 2023 berarti tenggat waktunya adalah satu tahun. Dalam satu tahun itu diberi ukuran kesuksesan dan berapa kesuksesan yang ditarget.
Kemudian, ukuran itu diturunkan dari target tahunan menjadi target bulanan bisa enam bulan atau tiga bulan. Lalu diturunkan lagi menjadi target satu bulan. Diturunkan lagi menjadi target pekanan sampai menjadi target harian.
“Sehingga, ada ketersambungan antara apa yang dicita-citakan jangka panjang dengan apa yang harus dilakukan hari ini atau minggu ini,” tutur Penulis Buku 'Solusi Mudah Ubah Kebiasaan' itu.
Hal tak kalah penting adalah mengukur secara rutin minimal sebulan sekali. Target-target itu harus dievaluasi. Ukuran dititikberatkan pada pencapain target, apakah tercapai atau tidak. Jika tercapai apa yang bisa ditingkatkan lagi. Kalau tidak tercapai bisa dievaluasi penyebabnya.
Baca juga: Awal Tahun, Lebih Peka dengan 4 Hal Sederhana Bermanfaat Ini
“Target ini dibuat jangan terlalu tinggi, karena nanti bisa membuat frustasi. Jangan juga dibuat terlalu rendah, karena tidak menumbuhkan motivasi,” kata Adji.
Memulai Perubahan DiriAda tiga hal yang harus dilakukan untuk memulai perubahan pada diri sendiri yakni dari yang sederhana, pilih yang berdampak besar, dan fokus. Mulai dari hal kecil seperti bangun pagi, ibadah rutin, atau membaca Al-Qur’an.
“Dan fokus saja dari yang kecil-kecil dulu, nanti berproses bertahap aka nada perubahan yang besar,” ucap Adji.
Memulai Kebiasaan BaruUntuk memulai kebiasaan baru ada sejumlah hal yang harus diperhatikan. Di antaranya pilih kebiasaan yang prioritas, tanyakan mengapa kebiasaan ini penting?, tentukan tanda waktunya, tentukan reward-nya, dan lakukan dengan target yang paling mudah.
“Pilih kebiasaan prioritas. Maksudnya, dari mungkin ingin punya 5-10 kebiasaan, pilih mana yang nomor satu, nomor dua, nomor tiga yang ingin dilakukan. Pilih yang paling berdampak, paling mudah dilakukan, paling penting/
urgent untuk saat ini,” kata Adji.
Baca juga: 4 Perubahan Sederhana yang Bisa Bawa Pengaruh Besar di Awal Tahun
Setelah itu, cari alasan atau motivasi kenapa ingin memiliki kebiasaan tersebut. Lalu, tentukan waktunya. Misalnya, ingin punya kebiasaan membaca buku. Tentukan kapan waktunya apakah pagi hari, siang hari, atau malam hari. Kemudian, tentukan
reward-nya, setelah membaca mau melakukan apa.
Intinya, membuat lingkaran kebiasaan. Arah lingkaran kebiasaan itu menurut Adji ada tiga komponen, mulai tanda, kebiasaan, dan hadiahnya. Tiga komponen itu harus dilengkapi. Jika sudah ada, maka lakukan kebiasaan tersebut dengan target yang paling mudah dicapai.
“Misal baca buku targetnya 10 halaman, kalau terlalu berat dimulai satu halaman saja. Yang penting bisa berjalan,” kata Adji.
(jqf)