Sejak pemberlakukan sekolah daring tahun 2020 hingga saat ini, kualitas guru di Kota Makassar menurun. Menurunnya kualitas pendidik, tentu menjadi perhatian pemerintah.
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengatakan, dari hasil penelitian yang dilakukan, hanya 10 hingga 20 persen guru yang mampu beradaptasi dalam mengembangkan inovasinya saat pembelajaran secara daring.
Baca juga: Warga Sulsel Padati Layanan Vaksin Drive Thru Mobile VaccinatorSementara 80 persen guru tidak mampu beradaptasi. Mereka menganggap, sekolah daring itu merupakan kesulitan. Padahal 20 persen guru - guru mengatakan inilah cara tempat berinovasi.
"Kita akan mengatasi dengan memperbaiki kualitas SDM guru guru itu sendiri," katanya menghadiri diskusi rutin yang diadakan forum Bro- Prof beserta Asosiasi Professor Indonesia (API) secara Virtual dikediaman wali kota Jalan Amirullah. Ahad (22/8/2021).
Menurut Danny, para guru harus dididik untuk meningkatkan kompetensi secara tersistem. Saa Ini, kesejahteraan guru luar biasa sekali, dengan adanya tunjangan sertifikasi yang mereka terima.Sehingga harus diberikan ketegasan agar mereka bisa mendidik anak-anak dengan baik selama masa pandemi.
"Tetapi justru sertifikasi yang mereka terima, tidak membantu mempertinggi kualitas guru, ini yang harus kita perbaiki," tegasnya.
Baca juga: Swab On The Road Makassar: 55 Orang Positif Covid Masih KeluyuranDanny menambahkan saat periode pertamanya pemerintahannya bisa meraih dari 0 adiwiyata, sampai mendapatkan 100 adiwiyata.
"Olehnya itu, saya sementara menyusun dan meminta pendapat para Profesor, bagaimana menuju pendidikan berkualitas tinggi selama masa pandemi ini," terangnya.
“Mesin pengering efek rumah kaca tipe dome dan mesin perajang porang sedang diusulkan untuk digunakan di pilot project, diharapkan petani porang memiliki nilai tambah produk sesuai dengan keamanan pangan, dengan biaya operasional tetap rendah,” imbuh Reni.
(zul)