LANGIT.ID, Jakarta - Ada 3 kesalahan
pengusaha pemula yang bisa berujung kerugian. Sejumlah hal ini harus diantisipasi agar usaha bisa berkembang, bukannya boncos di tahun 2023.
Sebagian orang di tahun baru 2023 memulai
bisnis dengan berbagai alasannya, seperti mengalami PHK, ingin mencoba hal baru, hingga ingin meraih kesuksesan lewat jalur
entrepreneur.
Namun, tidak semua pengusaha pemula bisa menjalankan bisnisnya dengan baik. Bahkan, belum setahun jalan
modal sudah habis dan usaha tak berkembang.
Sehingga pada akhirnya usaha yang dijalankan berakhir di jurang kebangkrutan. Untuk itu pengusaha pemula mesti bisa menghindari kesalahan-kesalahan yang dapat menyebabkan kegagalan.
Berikut 3 kesalahan yang sering dilakukan pengusaha pemula:
1. UtangPraktisi bisnis sekaligus konten kreator,. Dewa Eka Prayoga menjelaskan, salah satu kesalahan pengusaha pemula adalah mereka mengawali bisnisnya dengan utang.
Utang ini digunakan pengusaha pemula sebagai modal untuk memulai bisnis. Namun kegagalan yang sering dialami adalah karena mereka tak memperhitungkan soal perkembangan usaha dan kewajiban bayar utang.
Padahal utang bukanlah satu-satunya jalan untuk bisa membuka bisnis. Masih ada jalan lain yang bisa dilakukan untuk membuka usaha tanpa utang.
"Ada yang namanya kolaborasi atau syirkah. Untuk bisa menciptakan kolaborasi ini dibutuhkan kemampuan negosiasi kepada vendor agar bisa mendapatkan produk untuk dijual," ujar dia dikanal YouTubenya, Senin (23/1/2023).
2. Banyak GayaKegagalan selanjutnya adalah terlalu banyak gaya. Ya, tidak sedikit orang yang menghamburkan uangnya hanya demi gengsi.
Termasuk pengusaha pemula yang baru mencapai omzet Rp100 juta lantas beli mobil, smartphone, dan sebagainya hanya untuk flexing.
"Hati-hati dengan penyakit ini. Pengusaha pemula mesti hidup sederhana diawal merintis, jangan langsung hidup dengan hedon," ujarnya.
3. Buta FinansialPengetahuan soal finansial adalah harga mati dalam bisnis. Finansial ini termasuk omzet, profit, dan sedekah.
"Orang yang buta dalam masalah finansial, ujung-ujungnya akan salah mengambil keputusan," katanya.
Bila memang dirasa sulit memahami urusan finansial ini, pengusaha bisa merekrut SDM yang betul-betul paham di bidang akuntan. Sehingga pemasukan dan pengeluaran jadi lebih tepat sasaran.
(bal)