LANGIT7.ID - Rasulullah sangat menyukai bau harum dan parfum. Dari berbagai hadist, Nabi Muhammad SAW menyukai tumbuhan yang berbau harum dan bunga-bunga.
Menggunakan parfum merupakan sunnah. Dalam salah satu hadits, Rasulullah SAW bersabda,"Di dunia ini, wanita dan parfum adalah yang paling aku sukai, dan penghiburanku telah disediakan dalam doa," (An-Nasa'i).
Hadits tidak menerangkan secara spesifik bunga apa apa yang paling Rasulullah sukai. Sebaliknya hadits banyak merekam tumbuh-tumbuhan yang biasa digunakan Rasulullah untuk keperluan medis.
Walaupun begitu, lewat hadits tentang parfum, Rasulullah sangat menyukai wewangian dengan aroma musk atau kasturi dan amber. Muhammad ibn 'Ali berkata, “Saya bertanya pada 'Aisyah: Apakah Rasulullah memakai parfum?' Dia berkata, Ya, parfum yang digunakan pria: Musk dan amber.' ”
Dalam hadits lain, Anas meriwayatkan, "Saya tidak pernah mencium amber atau musk seharum aroma tubuh Rasulullah dan saya tidak pernah menyentuh brokat atau sutra dan menemukannya selembut tubuh Rasulullah". (Muslim).
Dahulu kala, aroma musk didapat dari kelenjar perut rusa dan telah digunakan sejak zaman kuno. Referensi pertama material ini digunakan sebagai bahan baku wewangian adalah di Arab dan Byzantium (wilayah timur kekaisaran Romawi) pada abad ke-6.
Bahkan, bahan baku langka ini, pada zamannya, sempat dicampurkan ke bahan baku tembok saat membangun masjid. Tujuannya ketika terpapar matahari, aroma khas akan merebak dari dinding masjid.
Dalam perfumery atau proses penyulingan parfum saat ini, “musk” tidak selalu terpaku pada komponen bahan baku, melainkan lebih pada aroma yang dihasilkan. Kini, produk parfum beraroma musk kebanyakan berasal dari tumbuhan yang menghasilkan aroma serupa kelenjar perut rusa tadi.
Beberapa tumbuhan yang populer digunakan sebagai bahan baku utama adalah Garden Angelica
(Angelica archangelica), Musk Flower (
Mimulus moschatus) Abelmosk atau Ambrette seeds (
Abelmoschus moschatus) .
Bunga lainnya yang popular dalam agama Islam adalah wardah atau mawar. Dari zaman dulu hingga kini mawar sering digunakan sebagai simbol cinta dan menjadi pilihan paling populer sebagai hadiah bagi mereka yang ingin mengekspresikan perasaan cinta, sukacita, dan empati.
Aroma mawar memunculkan kesan hangat dan damai berefek kuat pada kesehatan, emosi dan bahkan spiritual. Kehadirannya membantu memelihara dan menyembuhkan emosi seseorang, sementara bentuk dan aromanya yang unik mewujudkan rasa penyembuhan dan spiritualitas.
Dalam dunia tasawuf, mawar melambangkan Nabi Muhammad dan keindahan ilahi, mawar dikenal sebagai bunga Surga. Rumi pernah menulis, "Apa aroma Mawar? Ia adalah napas akal dan kecerdasan, petunjuk manis dalam perjalanan menuju kerajaan yang abadi."
Setiap tahun selama musim haji, kain hitam Ka'bah ditaburi air mawar dari Iran atau Turki, dan minyak mawar dibakar di lampu minyak Ka'bah, melepaskan aroma bunga yang semerbak untuk dinikmati semua orang.
Ketika Sultan Mehmet II menaklukkan Istanbul pada tahun 1453, Gereja Aya Sophia (Saint Sophia) yang terkenal di Istanbul dicuci bersih dengan air mawar sebelum mengubahnya menjadi masjid.
Bunga-bunga tadi bisa dipilih untuk menghias rumah, tidak hanya memberi wewangian pada rumah tetapi juga mengikuti salah satu sunah Rasulullah SAW.
(arp)