LANGIT7.ID-, Jakarta- - Majelis Keluarga Indonesia (MKI) menggelar
khitanan massal untuk anak yatim dan dhuafa, Sabtu (1/7/2023). Sebanyak 32 anak mengikuti kegiatan di Rumah Betawi Babe Haikal Condet, Jakarta Timur.
Kegiatan rutin Majelis Keluarga Indonesia (MKI) dibuka oleh Babe Haikal Hassan sebagai pembina MKI. Di sela-sela acara, anak-anak dihibur oleh Ustadz Doddy al Jambary dengan menyajikan dongeng dan kisah lucu yang menggugah. Bahkan, Ust Sahal Al Mudhafary juga ikut tampil menghibur anak-anak sambil mengajari mereka tentang ruqyah.
Kedua ustadz ini menjadi pengisi rutin kajian MKI. Selain mereka, Tuan Guru Suparman Fajar yang mengisi kajian Tadabbur Quran MKI juga mampir dalam kegiatan tersebut untuk menyapa jamaah Ketua Umum MKI Selo Ruwandanu mengatakan Khitanan Massal merupakan kegiatan sosial MKI yang rutin digelar setiap dua bulan.
Baca juga:
Suka Duka Tim Safari Wukuh Lansia: Rela Memandikan dan Mengganti Pampers Jemaah"Kegiatan khitanan massal udah tiga sesi. Sejak Desember 2022 lalu. Insyaallah rutin setiap dua bulan sekali," kata Selo saat ditemui di sela-sela acara. Adapun peserta sesi tiga berasal dari kalangan dhuafa yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. "Kebanyakan dari sekitar Condet," ujarnya.
Menurut Selo, khitanan massal ini sangat penting. Biaya medis khitan yang lumayan tinggi membuat banyak orang tua yang tidak mampu melaksanakan khitan putranya. "Ini merupakan problem keluarga yang perlu penyikapan MKI," jelas Selo.
Kedepan, khitanan massal akan digelar di MKI perwakilan provinsi. MKI, kata Selo, pada usianya yang baru satu tahun udah ada pengurusan di 12 provinsi. "Insyaallah target khitanan massal terdekat diselenggarakan di Tangerang Selatan, Banten dan Bandung, Jawa Barat. Juga di Singkawang, Kalimatan Barat, " kata Selo.
Sementara itu, khitanan massal MKI sesi tiga ini mendapat apresiasi masyarakat. Dewi Lestari (32), ibu dari peserta Fajar Wahyu (10) berharap kegiatan ini dilakukan secara rutin dan dapat meluas di berbagai tempat.
"Kegiatan ini sangat membantu kami. Apalagi di tengah kondisi ekonomi kami yang pas-pasan," ujar Dewi.
Baca juga:
Tugas Utama Seorang Ayah Menurut Al-Qur'anDewi ditemani sang paman Widodi (52) bersusah payah berangkat dari rumah nya di Rangkasbitung, Banten ke lokasi khitanan massal di Condet, Jakarta Timur.
"Senang sekali, anak saya bisa dikhitan. Sempat bingung, karena liburan ini anak minta dikhitan. Uang belum ada. Terima kasih MKI sudah adakan khitanan," katanya.

(ori)