LANGIT7.ID-, Jakarta- - Founder Formula Hati, Ustadz Muhsinin Fauzi, menjelaskan, dalam pandangan Islam, menjadi orang baik atau orang shalih saja tidak cukup. Seorang muslim harus naik level menjadi muslih. Orang shalih adalah orang yang baik secara pribadi, sedangkan muslih adalah orang yang baik secara pribadi dan sosial.
Seorang muslim memiliki dua kewajiban yaitu memerintahkan (mendakwahi) orang lain dan mengajak pula diri sendiri. Ciri orang shalih ada empat yakni akidahnya benar, tindakan hukum dan muamalahnya benar pemikirannya Islami, dan akhlaknya mulia. Sementara, muslih adalah orang yang mampu berbuat kebaikan di sekitarnya dan sanggup mengubah keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
"Jika seseorang meninggalkan salah satunya, maka jangan sampai ia meninggalkan yang lainnya. Yang sempurna memang seseorang melakukan kedua-duanya. Jika kedua-duanya ditinggalkan berarti itu kekurangan yang sempurna. Jika hanya menjalankan salah satunya, berarti tidak mencapai derajat pertama (derajat kesempurnaan), namun tidak tercela seperti yang terakhir (derajat ketidaksempurnaan)," kata Ustadz Fauzil dalam kajian Formula Hati, dikutip Sabtu (22/7/2023).
Ustadz Fauzil menjelaskan alasan tidak cukup menjadi orang baik saja. Itu karena kebaikan dan keburukan tidak pernah berada dalam keadaan steril. Cara terbaik mempertahankan kebaikan adalah mengembangkan kebaikan. Salah satu hikmah dalam mengembangkan kebaikan adalah orang-orang kafir tidak sempat mengembangkan keburukan.
"Tentang besarnya pahala yang menyebarkan kebaikan. Ibarat mendapatkan pahala kebaikan seperti air bah. Dakwah dalam agama itu tidak boleh tasyaddud dan tasahul. Tasyaddud itu terlalu kencang atau keras, sehingga semuanya itu serba tidak boleh dan hanya dirinya yang boleh. Kita tidak boleh tasyaddud (memberat-beratkan) urusan lebih-lebih urusan fiqih," ujar Ustadz Fauzil.
Dalam sejarah, orang shalih itu tidak dimusuhi orang, tapi orang baik yang menyebar kebaikan (muslih) akan banyak dimusuhi orang lain. Menjadi orang shalih itu pilihan, tapi kewajiban seorang muslim harus menjadi orang muslih. Kelelahan menjadi orang muslih untuk menjadi shaleh buat diri sendiri itu jauh lebih berat dibanding lelahnya menjadi muslih dalam mengajak kebaikan kepada orang lain.
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS Ali-Imran: 104)
Seorang muslim perlu memenuhi persyaratan-persyaratan atau persiapan untuk naik kelas dari orang baik menjadi orang muslih. Pertama, berniat mengambil peran di area ini. Kedua, mau berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas ilmunya. Ketiga, tidak berhenti memperbaiki diri karena dalam berdakwah tidak ada yang sempurna sehingga kita mau terus untuk memperbaiki diri.
"Fokus di dalam dakwah itu adalah bagaimana bisa mengubah keadaan menjadi lebih baik. Esensi dari dakwah yaitu bagaimana terjadi perubahan. Oleh karena itu, kita harus mencari cara dan metode yang bagus sehingga hasilnya maksimal. Rumus dakwah, kalau ada orang yang menolak dakwahmu, maka koreksi dirimu dalam berdakwah. Kita mulai berdakwah dengan memberikan peringatan kepada orang yang terdekat yaitu keluarga kepada suami atau isteri dan anak-anak," ujar Fauzi.

(ori)