LANGIT7.ID-, Jakarta- - Sebanyak 25.000 anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) menggelar Apel Akbar, Rabu (20/09/2023) di Stadion Manahan, Surakarta.
Apel akbar ini menjadi momen penting dalam menjaga persatuan dan memperkuat persiapan menjelang tahun politik 2024 mendatang.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menggarisbawahi betapa pentingnya persatuan dan keutuhan bangsa di tengah gejolak suasana politik yang semakin memanas.
Baca juga:
MUI Ajak Masyarakat Tebar Narasi Positif di Media SosialDia menyatakan keyakinannya sebagai bangsa yang besar dan berkomitmen pada prinsip demokrasi, Indonesia akan melewati tantangan politik dengan sukses, kebersamaan, dan persatuan.
“Suasana politik memang semakin hangat, tetapi kita semua yakin sebagai bangsa yang besar dan berkomitmen memilih demokrasi, kita akan melaluinya dengan sukses dan kebersamaan serta persatuan,” tutur Mu’ti.
Mu’ti melanjutkan, Kokam harus merapatkan barisan, memperkuat persatuan, untuk kejayaan bangsa dan negara. Rapatnya barisan di Apel Akbar Kokam haruslah menjadi bagian dari rapatnya persatuan bangsa di mana kita harus saling bekerjasama untuk kejayaan umat dan bangsa.
Dalam menjaga persatuan, Abdul Mu’ti menekankan tiga prinsip penting sebagai bangsa yang bersatu: pertama, rendah hati dan menerima perbedaan dengan tenggang rasa; kedua, bermusyawarah secara bersama untuk menyelesaikan persoalan bersama-sama; ketiga, mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Menurut Mu’ti, Apel Akbar Kokam bukan hanya sekadar ajang baris berbaris, melainkan juga sebagai tekad bersama dalam memperkuat persatuan bangsa. Dengan semangat tersebut, diharapkan Indonesia akan terus maju dan berkembang dalam semangat persatuan yang kokoh.
“Kita tidak bisa bersatu kalau keinginan pribadi melampaui hasrat besar yang menuntun kita semuanya untuk bisa memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. Semoga Apel Akbar KOKAM ini tidak hanya menjadi ajang baris berbaris belaka tapi jadi tekad bersama memperkuat persatuan bangsa,” ucap Mu’ti.
(ori)