LANGIT7.ID-, Jakarta- - Guru Besar Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Prof H Abuddin, menjelaskan, guru memiliki pilar utama bagi kemajuan bangsa. Untuk mewujudkan bangsa yang unggul itu, diperlukan pendidikan yang unggul. Untuk menghasilkan pendidikan yang unggul diperlukan metode pengajaran, materi ajaran dan guru unggul.
Guru menjadi pilar utama dalam membangun manusia unggul untuk kemajuan suatu bangsa. Tentang peran guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa melalui kiprahnya dalam pendidikan sudah lama dikenal di kalangan para kyai dan santri di pondok pesantren.
“Metode adalah lebih utama dari materi; sedangkan guru adalah lebih utama dari metode; dan ruh (panggilan) jiwa pengabdian seorang guru adalah lebih utama daripada guru itu sendiri,” kata Abuddin dalam dalam tausiahnya di Masjid Istiqlal Jakarta, dikutip Senin (4/12/2023).
Ruh (panggilan) jiiwa pengabdian seorang guru antara lain terlihat bahwa menjadi guru adalah amanah, panggilan kemanusiaan yang harus dilaksanakan dengan rasa cinta dan tanggung jawab yang tinggi.
Baca juga:
Metode 3T1M, Cara Efektif Mahasiswa Unida Gontor Hafal Al-Qur'anAgar seorang guru dapat menjadi pilar bagi kemajuan bangsa, maka perlu dilaksanakan beberapa hal sebagai berikut:
1. Melaksanakaan tugas dan fungsi guru yang utama
Sebagai tenaga profesional, di dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 dikatakan bahwa selain memiliki kualifikasi pendidikan yang relevan, dan sertifikat sebagai guru, juga harus memiliki kompetensi pedagogik (keguruan), kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi akademik; sehat jasmani dan rohani serta cakap dalam melaksanakan tugas.
Ajaran Islam amat menekankan pentingnya keahlian atau profesionalitas. Kita diperintahkan agar menyerahkan tugas kepada ahlinya. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS. al-Nisa: 58).
2. Update Keilmuan dan Keahlian
Seorang guru profesional dan pilar kemajuan bangsa adalah sorang guru yang terus meng-update keilmuan dan keahliannya. Imam al-Ghazali pernah mengatakan, jika seorang guru sudah tidak lagi mau menambah ilmunya, maka hendaknya ia berhenti menjadi guru.
“Guru di masa sekarang adalah guru yang kreatif dan inovatif, selalu menemukan cara-cara baru agar pendidikan tidak berhenti,” tutur Abuddin.
3. Guru yang Unggul
Pilihan menjadi guru bukan pilihan terakhir, karena tidak diterima menjadi profesi lain, seperti dokter, arsitek, ekonom, atau lawyer. Profesi guru harus diisi oleh orang-orang yang unggul dan cerdas.
“Agar profesi guru diisi oleh prang-orang yang unggul dan cerdas, maka profesi guru harus diusahakan menjadi profesi yang menarik, dengan cara meningkatkan kesejahteraannya sebagaimana yang didapat oleh profesi lainnya,” ungkap Abuddin.
4. Menyiapkan Anak Didik untuk Bersaing secara sehat
Guru harus mampu menyiapkan anak didik untuk dapat bersaing baik secara mental, spiritual, kecerdasan dan keterampilan dalam menghadapi tantangan kehidupan era globalisasi.
Jika hal ini tidak dapat dihadapi, maka masyarakat akan mengalami disruption (kekacauan), disorientation (kesalahan arah), dan dislocation (kesalahan posisi).
“Guru di masa sekarang harus dapat memanfaatkan keberhakan dari teknologi informasi, teknologi digital, media sosial dan lain sebagainya. Namun tetap menjaga sentuhan kasih sayang, kemerdekaan berekpresi, suasana gembira, pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai spiritual, berpikir kritis, kreatif, inovatif dan kecerdasan sosial,” ungkap Abuddin.
Guru di masa sekarang juga harus menjadi harus menjadi guru yang hebat, yaitu guru yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu yang kuat di dalam diri para murid, sehingga mereka mau belajar tanpa disuruh.
5. Berwawasan multikultural dan moderat
Guru harus berwawasan multikultural dan moderat. Pendidikan multikultural ini penting agar keberagaman yang ada di Indonesia menjadi rahmat dan berkah bagi kemajuan bangsa.
Para guru harus dapat memasyarakatkan paham moderasi beragama yang mengedepankan toleransi antara sesama masyarakat yang memiliki perbedaan agama, suku, bahasa, budaya dan sebagainya.
“Para guru harus mengajarkan kepada para siswa, bahwa perbedaan dalam segala bidang adalah merupakan sunnatulah (ciptaan) Allah yang mengandung hikmah,” ucap Abuddin.
(ori)