LANGIT7.ID-, Jakarta- - Asam folat dan asam sulfat merupakan dua zat yang berbeda, meski sekilas namanya terdengar mirip.
Bila asam sulfat adalah zat yang banyak digunakan untuk industri, sedangkam asam folat merupakan jenis vitamin B yang terdapat pada sejumlah makanan.
Perbedaan antara keduanya dijelaskan di bawah ini:
Dijelaskan di laman Britanica, asam sulfat adalah cairan padat, tidak berwarna, berminyak. Zat korosif ini menjadi salah satu bahan kimia paling penting secara komersial.
Asam sulfat biasa digunakan dalam industri untuk pembuatan pupuk, pigmen, pewarna, obat-obatan, bahan peledak, detergen, garam, dan asam anorganik.
Baca juga:
Event Jakarta Halal Festival Perkuat Ekosistem Halal NasionalSementara asam folat adalah vitamin yang larut dalam air. Melansir Healthline, asam folat merupakan bentuk sintetis dari vitamin B9 yang sering ditemukan pada makanan juga suplemen.
Karena tubuh manusia tidak dapat membuat folat, maka Anda dapat menemukannya pada makanan nabati dan hewani.
Beberapa makanan secara alami mengandung folat, seperti bayam, kubis, brokoli, alpukat, buah sitrus, telur, hati. Asam folat juga terdapat pada makanan seperti tepung, sereal, dan roti.
Selain itu, asam folat juga terdapat pada suplemen makanan seperti multivitamin.
Lalu, apa fungsi asam folat bagi tubuh? Tubuh menggunakan asam folat untuk memproduksi dan memperbaiki sel-sel baru, juga membantu perubahan pada DNA.
Bila tubuh kekurangan asam folat maka dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, seperti anemia, peningkatan risiko penyakit jantung, kanker, gangguan tumbuh kembang janin pada ibu hamil.
Karena itu banyak negara mewajibkan produk biji-bijian tertemtu difortifikasi dengan asam folat. Sebab, fortifikasi asam folat dapat membantu mencegah kelainan pada bayi
(ori)