LANGIT7.ID-, Jakarta- - Euro-Med Human Rights Monitor melaporkan, antara 24.000-25.000 anak-anak Palestina di Gaza menjadi yatim piatu akibat pengeboman genosida yang dilakukan Israel.
10.000 anak telah terbunuh akibat bom Israel. Sementara, sekitar 25.000 anak kehilangan salah satu atau kedua orang tuanya. Sekitar 640.000 anak kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka hancur sebagian atau seluruhnya.
"Anak-anak Gaza menjadi sasaran serangan tanpa pandang bulu oleh Israel di tengah genosida yang telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut," kata pernyataan Euro-Med Monitor, dalam situ webnya, Selasa (12/12).
Lalu, bagaimana keutamaan menyantuni anak yatim?
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT secara tegas menyebut anak yatim merupakan sosok yang harus dikasihi, dipelihara dan diperhatikan seperti yang tertuang dalam surat Al-Baqarah ayat 220:
“Mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakan lah “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik,” (QS. Al-Baqarah [2]: 220).
Berikut beberapa keutamaan mengasihi dan menyantuni anak yatim:
Baca juga:
Ini Seperti Hiroshima, Penyair Jepang Mohok Makan Sebagai Bentuk Solidaritas untuk Gaza1. Dijamin akan Masuk Surga
Surga menjadi tempat impian semua orang, berbagai cara dilakukan umat muslim untuk memperoleh ridho Allah SWT dan mendapatkan tempat di surga-Nya.
Rasulullah SAW menjanjikan orang-orang yang menyantuni anak yatim sebuah tempat di surga, sebagaimana yang tertuang dalam salah satu haditsnya berikut ini:
“Orang-orang yang memelihara anak yatim di antara umat muslimin, memberikan mereka makan dan minum, pasti Allah memasukkannya ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
2. Mendapatkan Pertolongan dari Allah SWT
Allah tidak hanya menjanjikan surga kepada orang-orang beriman yang mau merawat dan menyantuni anak yatim. Tapi Alla SWT juga akan memberikan uluran tangan kepada orang-orang tersebut ketika mereka mengalami masalah atau kesulitan.
Hal ini di dasari oleh sabda Rasulullah SAW dalam hadits berikut ini:
“Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR Muslim dan Ashhabus Sunan dari Abu Hurairah).
3. Terhindar dari Siksaan di Akhirat
Keutamaan menyantuni anak yatim dapat membuat kita terhindar siksaan saat berada di akhirat. Seperti yang tertuang di dalam hadis riwayat Thabrani berikut ini:
“Demi Yang Mengutusku dengan haq, Allah tidak akan menyiksa pada hari kiamat nanti orang yang menyayangi anak yatim, lemah lembut pembicaraan dengannya, serta menyayangi keyatiman serta kelemahannya.” (HR Thabrani dari Abu Hurairah).
4. Berkesempatan Menjadi Teman Rasulullah di Surga
Begitu mulianya anak yatim hingga Allah SWT menjanjikan balasan yang istimewa, sebagimana yang tertuang di dalam hadist berikut ini:
“Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).
5. Mendapat Gelar Abrar (Orang yang Taat kepada Allah)
“Orang yang memelihara anak yatim di kalangan umat muslim, memberikannya makan dan minum, pasti Allah akan masukkan ke dalam surga, kecuali ia melakukan dosa yang tidak bisa diampuni.” (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas).
6. Sebagai Amal untuk Bekal di Akhirat
Menyantuni anak yatim dapat diibaratkan sebagai investasi amal untuk bekal di akhirat, sebagaimana yang telah tertuang dalam hadits Rasulullah SAW:
“Jika manusia mati atau terputus amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat serta anak saleh yang selalu mendoakannya,” (HR Muslim Abu Hurairah).
7. Terhindar dari Golongan Pendusta Agama
Orang-orang yang menghardik anak yatim (berkata kasar, memaki, memukul, dan tindakan sejenisnya) akan termasuk dalam golongan pendusta agama. Seperti yang telah tertulis di dalam surat Al Mau’un ayat 1 hingga 3 yang di bawah ini:
“Tahukah kamu orang yang mendustakan agama, itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tiadk menganjurkan memberi makan kepada anak miskin.” (QS Al Ma’un, ayat 1-3).
8. Dilembutkan Hatinya
Tidak semua orang memiliki hati yang lemah lembut, ada juga sebagian yang sangat keras hatinya. Sehingga mereka sulit menerima nasehat dan menerima kebaikan dari orang lain.
Orang-orang berhati keras dianjurkan mengasihi dan menyantuni anak yatim sebagaimana yang telah dianjurkan oleh Rasulullah SAW pada hadits berikut:
“Ada seseorang yang mengadu kepada Nabi Muhammad tentang kerasnya hati. Nabi menjawab: Silahkan beri makan orang miskin dan usap kepada anak yatim,” (Ibnu Hajar Al-Asqalani).
9. Mendapatkan Pahala yang Berlipat
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang menyeru pada kebaikan, maka baginya pahala yang sama dengan orang yang mengerjakannya,” (HR. Muslim, Tirmidzi dan Abu Daud dari Abu Mas’ud).
10. Mendapatkan Kebaikan yang Berlimpah
Keutamaan menyantuni anak yatim selanjutnya ini tertuang di dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairoh r.a. Pada hadist tersebut tertulis bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Barang siapa mengusap kepala anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan.”
(ori)