LANGIT7.ID, Bekasi - Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Itulah yang menjadi prinsip seorang muslim asal Bekasi ini dalam menjalankan usahanya sebagai pembudi daya lobster air tawar.
Ialah Zainul Arifin, seseorang yang mengabdikan dirinya sebagai Guru SD di Rawalumbu, Bekasi, sekaligus merintis usaha sejak 2003. Zainul memang memiliki ketertarikan di dunia hewan air sejak lama. Sebelum merintis budi daya lobster air tawar, ia mengawali usaha dengan memelihara ikan hias.
“Memang sebelum 2003, saya sudah punya hobi untuk pelihara hewan air, seperti ikan hias dan pada 2002 kebetulan ada penyuluhan lobster air tawar di tempat kami Rawalumbu, yang membuat saya tertarik” jelasnya dikanal Youtube Agromaritim.
Baca juga: Bertahan di Tengah Pandemi dengan Budidaya KucingSetelah mendapatkan informasi tentang lobster air yang terbilang masih terbatas, Zainul memutuskan untuk memulai budidaya hewan bercapit ini. Ternyata, seketika merintis budi daya tersebut, Zainul menemukan proses dan pemasaran lobster air tawar relatif lebih mudah dibandingkan dengan ikan hias.
Sebab, lanjut Zainul, pasar ikan hias rentan akan ketidakstabilan harga di pasar. Sehingga ia lebih cenderung memfokuskan diri sebagai pembudidaya lobster air tawar.
Awal mula Zainul mengembangkan budi daya lobster air tawar dimulai dari pembelian indukan secara satuan, hingga terkumpul enam ekor, di antaranya empat indukan betina dan sisanya indukan jantan. Ia memelihara lobsternya di dalam akuarium dengan ukuran 60x150 sentimeter.
“Lobster air tawar ini kelebihannya juga sebagai hewan konsumsi, jadi perkembangan di pasaran jadi relatif lebih mudah. Apalagi, pakan hariannya terbilang mudah hanya menggunakan pelet. Untuk pakan tambahan kita gunakan jagung, tauge, dan protein bersumber dari cacing tanah atau pun daging keong,” jelasnya.
Menurutnya, budi daya lobster air tawar memiliki prospek bisnis yang cukup baik. Adapun dari bibit dijual per ekor dengan harga Rp3.500. Sementara indukan dijualnya dalam satu set dengan ukuran sekitar 5 inci, yang terdiri dari tiga ekor indukan jantan dan lima ekor indukan betina.
“Kalau untuk konsumsi kita jual di ukuran 5 inci ke atas yang biasanya untuk memenuhi kebutuhan rumah makan atau restoran. Dagingnya pun lebih enak, karena punya rasa manis yang lebih dibandingkan dengan lobster lain, juga mengandung kolesterol yang lebih rendah,” jelasnya.
Apalagi, lanjut Zainul, permintaan lobster air tawar untuk kebutuhan konsumsi di masa pandemi relatif mengalami peningkatan. Ia juga telah memasok ke beberapa perusahaan yang ada di sekitar Bekasi untuk memenuhi permintaan lobster air tawar.
Sementara untuk teknik budi daya yang digunakan Zainul, ia mengedepankan kualitas air yang baik demi tumbuh kembang lobster air tawar. Saat merintis usahanya, ia mengaku memiliki keterbatasan informasi soal budi daya lobster air tawar sehingga membuatnya harus mencari ilmu secara door to door, dari pembudi daya satu ke yang lainnya.
“Pernah saat itu ada kejadian yang membekas di hati saya, ketika saya menyiapkan bibit sebanyak 500 ekor. Setelah disiapkan ternyata selang beberapa jam lobsternya mati semua. Jadi ketika si pemesan tanya, saya katakan sudah dibuang karena pada mati,” kenangnya.
Baca juga: Amankan Aset Negara, PLN Tuntaskan 9.740 Sertifikasi Tanah di Berbagai DaerahBahkan menurut pengakuannya, pembudi daya saat itu masih terbilang pelit untuk membagikan ilmu mereka. Namun, kegigihannya membuat ia berhasil melakukan budi daya lobster air tawar lewat buku yang dibacanya hingga mampu menjadi pembudi daya lobster air tawar lewat usahanya Latz Indonesia.
“Saya sempat mengalami susahnya mencari ilmu seputar lobster air tawar ini. Sehingga saya punya cita-cita saat itu kalau sudah berhasil, siapa pun orang yang mau belajar tentang lobster air tawar saya akan berikan secara gratis, sekaligus untuk amal ibadah saya," jelasnya.
Ia berpesan, kepada pemula yang tertarik dan akan memulai budi daya lobster air tawar bisa dimulai dari skala kecil. Menurutnya, dengan skala kecil pun lobster air tawar juga bisa mulai berproses untuk berkembang biak.
“Nanti setelah dicoba dari kecil sambil belajar memahami seluk-beluknya, InsyaAllah akan berkembang dengan sendirinya. Tentu dengan usaha yang baik dan membutuhkan kesabaran, karena usaha tidak akan mengkhianati hasil,” imbuhnya.
(zul)