Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 Juli 2026
home wirausaha syariah detail berita

Bertahan di Tengah Pandemi dengan Budidaya Kucing

arif purniawan Jum'at, 03 September 2021 - 16:57 WIB
Bertahan di Tengah Pandemi dengan Budidaya Kucing
Kucing Persia. Foto: Langit7/Istock
LANGIT7.ID, Semarang - Situasi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sejak tahun lalu mengantarkan Ratih menjadi seorang wirausahawan. Setelah diputus kontraknya sebagai penyiar sebuah radio, pada Juli 2020 lalu ia memutuskan untuk menjadi pembudidaya kucing.

Kebetulan, ia memang suka memelihara kucing persia di rumahnya. Bahkan, karena sulitnya keuangan, kucing kesayangannya pun pernah hampir dia oper adopsi, karena tidak kuat membeli makan, membeli pasir dan melakukan perawatan rutin.

Akan tetapi, niat itu ia batalkan dan memutuskan untuk membudidayakan karena anakannya bisa dioper adopsi kepada pencinta kucing lainnya. Usahanya itu pun mendapat respon positif dari pasar. Sejumlah teman dan koleganya pun menginginkan anakan kucing peliharannya.

“Tadinya lewat online, karena tidak punya modal. Akhirnya setelah satu tahun berjalan, kita buka pet shop, sekaligus tempat penitipan, mandi dan salon kucing (grooming),” kata Ratih, salah satu owner catzone.id di Channel Youtube Semarang Pemkot.

Baca juga: Interisti Ini Sikat Peluang Sablon Kaos, Ekspor ke Luar Negeri

Selain Ratih, pemilik catzone.id lainnya adalah Oki. Keduanya sama-sama penyayang kucing. Catzone beralamat di Jalan Jangli Raya no271 A, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Ratih megaku sempat ragu untuk menjalankan bisnis hewan peliharaan. Bahkan, dalam benaknya sempat terbersit dirinya salah dalam memilih usaha. Benar atau tidaknya pilihannya tersebut, dijawab oleh seiring berjalannya waktu.

“Siapa tahu?. Hobi yang bukan bahan pokok, ternayata bisa survive dan berkembang. Kami punya penitipan kucing 12 kamar. Ada kamar kucing lantai, kamar lemari. Ada pasir, ada pakan, itu untuk penitipannya,” ujarnya.

Saat ini, dirinya memiliki beberapa koleksi, sekitar 20 ekor kucing. Bisnisnya pun bisa berjalan cukup bagus. Ada 50 brand di pet shop miliknya seperti pakan kering, pakan basah, pasir kucing berbagai merek, keranjang kucing, tempat pub, dan merambah ke pakan anjing dan pakan lele.

Ia juga membuat produk sendiri, bernama kreator. Dalam pandagannya, jika kucing pakai treatment dari pabrik, akan ada bahan pengawetnya. Makanya expired bisa lama.. Kreator ada dari hati sapi an ada dari dendeng ayam. Dan susu kambing, untuk kucing.

“Kan lebih alami, kucing jadi lebih sehat. Kalau susu kemasan, susu sapi, susu kaleng, ada laktosanya tidak baik untuk kucing. Enzim pemecah laktosa minim banget, tidak bisa dicerna, jatuhnya alergi, mencret. Kalau mencert, aduh, susah deh,” ucapnya.

Untuk penitipan kucing, dimulai dengan harga Rp40 ribu/hari dengan fasilitas kandang luas, pasir premium. Sementara untuk grooming all treatment, Rp50 ribu, termasuk potong kuku, bersih telinga, dan dimandikan pakai shampoo kucing.

Ratih memberi tips untuk pemula yang ingin memelihara kucing. Syarat utama minimal dalam satu keluarga suka kucing, soalnya bisa saja di kontrakan/kosa-kosan tidak boleh miara kucing. Kemudian suka sama jenisnya. Karena jika berlandaskan cinta, pasti akan merawat sepenuh hati.

Lalu harus perhatian. Sehari tiga kali atau 5 kali diberi makan, tergantung kebiasaan. Jika selalu diperhatikan, pemilik akan mengetahui perubahan perilaku meski sedikit.

“Misal kucing sakit, kan tidak bisa mengeluh. Mandi 2 minggu sekali,” ceritanya.

Baca juga: Gotong Royong, Warga di Yogyakarta Sulap Tumpukan Sampah Jadi Kebun dan Kolam Ikan

Tidak kalah penting adalah menjaga kandang tetap bersih, dengan membuang pub secara rutin. Semisal hanya kucing satu, dalam sehari pub dibuang dua kali, pagi dan sore. Ia mengingatkan agar jangan sampai terlambat membuang pub, karena akan membuang kotoran sembarangan

“Kucing hewan bersih banget. Kalau menumpuk pub, akan mencari tempat pub di tempat lain. Kalau tidak bersih, liter box tidak bersih, tempat makan, lingkungan tidak bersih akan gampang sakit. Ada NIP, distemper. Intinya, jika kucing diare, tidak mau makan harus ke dokter hewan,” katanya.

Ke depan, pet shop Catzone.id, akan terus melengkapi koleksi seperti jenis ragdoll, seperti boneka berambut panjang. Dan brittish short hair (BSH), kucing yang fotonya ada di dalam kemasan wiskas.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:02
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan