LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memastikan upaya reaktivasi sektor pariwisata terus berjalan, salah satunya melalui program akomodasi bagi para Tenaga Kesehatan dan Tenaga Penunjang Fasilitas Kesehatan Penanganan Covid-19.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengatakan bahwa Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Anggaran telah menyetujui usulan program dukungan akomodasi bagi nakes sebesar Rp298 miliar dari yang sebelumnya diajukan Kemenparekraf Rp300 miliar.
"Surat persetujuan telah kami terima pada tanggal 24 Agustus 2021 dengan anggaran sebesar Rp298 miliar. Pelaksanaan reaktivasi industri pariwisata merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor parekraf," kata Sandiaga dalam keterangan tertulis, Jumat (3/9).
Baca juga:
Sandiaga Targetkan 4.000 Pelaku Parekraf di DSP Labuan Bajo Dapat VaksinasiSandiaga menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini melalui koordinasi dengan pihak rumah sakit, industri perhotelan, kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah di tujuh lokasi yang didasarkan pada pertimbangan daerah dengan kasus Covid-19 tinggi saat program ini diusulkan melalui KCP-PEN beberapa bulan lalu.
"Kami mengapresiasi sebesar-besarnya komitmen untuk dapat mendahulukan realisasi anggaran ini bagi saudara-saudara kita di garda terdepan penanganan Covid-19 yaitu tenaga kesehatan. Tentunya kami tidak dapat menjalankan program ini tanpa dukungan dari KPC-PEN dan Kementerian Keuangan," ujarnya.
Meski begitu, Sandiaga menyebut pihaknya akan melakukan pendataan ulang terkait kebutuhan jumlah nakes yang perlu diakomodasi. Dengan kolaborasi dari berbagai pihak, program ini diharapkan dapat tepat sasaran, dan tepat waktu.
"Kita akan dorong sebagai kontribusi Kemenparekraf dalam penanganan pandemi Covi-19 di masa PPKM. Dan program ini juga akan kita manfaatkan untuk mengembalikan geliat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," pungkasnya.
Kemenparekraf sebelumnya telah menerima pengajuan dari 71 rumah sakit untuk akomodasi tenaga kesehatan sebanyak 9.766 orang dengan 465.659 unit kamar. Dukungan akomodasi juga disertai penyediaan fasilitasi makan dan minum, binatu, serta transportasi, yang akan berjalan hingga akhir November 2021.
(sof)