LANGIT7.ID-, Boston- - Massachusetts General Hospital (MGH), mengumumkan keberhasilan transplantasi ginjal babi (porcine) pertama di dunia yang berhasil dimasukkan secara genetik ke seorang pria berusia 62 tahun yang hidup dengan penyakit ginjal stadium akhir (End-Stage Kidney Disease/ESKD).
Ahli bedah dari Pusat Transplantasi Umum Massal melakukan operasi selama empat jam pada Sabtu (16/3/2024). Prosedur ini menandai tonggak penting dalam upaya menyediakan organ yang lebih mudah tersedia bagi pasien.
Di bawah kepemimpinan Direktur Medis Transplantasi Ginjal Leonardo V. Riella, MD, PhD dan Direktur Legorreta Center for Clinical Transplant Tolerance Tatsuo Kawai, serta Interim Chief of Transplant Surgery and Surgical Direktur Transplantasi Ginjal Nahel Elias, MD, ginjal babi yang diedit secara genetik dengan 69 perubahan genom berhasil ditransplantasikan ke pasien yang masih hidup.
“Keberhasilan transplantasi ini merupakan puncak dari upaya ribuan ilmuwan dan dokter selama beberapa dekade. Kami merasa terhormat telah berperan penting dalam pencapaian ini. Harapan kami adalah pendekatan transplantasi ini akan memberikan bantuan kepada jutaan pasien di seluruh dunia yang menderita gagal ginjal,” kata Kawai yang dikutip Rabu (8/5/2024).
![Pertama Di Dunia, Rumah Sakit Umum Massachusetts Sukses Transplantasi Ginjal Babi Ke Manusia]()
Perlu diketahui, dalam proses operasinya, ginjal babi yang telah diedit secara genetik menggunakan teknologi CRISPR-Cas9 merupakan babi donor dari eGenesis of Cambridge, Mass. Ginjal ini dimodifikasi untuk menghilangkan gen babi yang berbahaya dan menambahkan gen manusia tertentu untuk meningkatkan kompatibilitasnya dengan manusia.
Selain itu, para ilmuwan menonaktifkan retrovirus endogen babi pada babi donor untuk menghilangkan risiko infeksi pada manusia. Selama lima tahun terakhir, MGH dan eGenesis telah melakukan penelitian kolaboratif yang ekstensif, dan temuannya dipublikasikan di Nature pada 2023.
“Kami berterima kasih atas keberanian dari pasien dan kemajuan ilmu transplantasi,” kata Chief Executive Officer, eGenesis Mike Curtis.
“Kami mengucapkan selamat kepada kolaborator kami di MGH atas pencapaian bersejarah ini. Kami juga mengakui kerja dan dedikasi tim eGenesis yang memungkinkan pencapaian ini. Hal ini mewakili terobosan baru dalam bidang kedokteran dan menunjukkan potensi rekayasa genom untuk mengubah kehidupan jutaan pasien di seluruh dunia yang menderita gagal ginjal,” tambahnya.
“Transplantasi ginjal ini tidak mungkin terwujud tanpa kolaborasi dan upaya dari berbagai tim dan spesialis di MGH termasuk dokter, ahli bedah, ilmuwan, ahli anestesi, dan perawat. Mereka berpartisipasi dalam mengoordinasikan perawatan pasien dalam persiapan transplantasi, mendampingi pasien selama operasi, dan merawatnya pasca operasi,” ujar Interim Chief of Transplant Surgery and Surgical Direktur Transplantasi Ginjal Nahel Elias.
(lam)