LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM mengapresiasi langkah pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bersama Mandalawangi yang merupakan organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UI dan Wanadri, yang mengadakan program vaksinasi di kaki Gunung Gede Pangrango, Sukabumi, Jawa Barat.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, langkah tersebut sangat membantu pemerintah dalam mempercepat program vaksinasi nasional. Pihaknya mengaku, program vaksinasi yang dilakukan Mandalawangi di daerah terpencil diyakini akan menyelamantkan masyarakat dan pelaku UMKM setempat.
"Kita sangat berterima kasih kepada Mandalawangi yang membantu melaksanakan vaksinasi di daerah-daerah yang terpencil, seperti masyarakat dan pelaku UMKM di wilayah kaki gunung," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, di lokasi vaksinasi Masyarakat Kaki Gunung Gede-Pangrango, Sukabumi, Sabtu lalu (4/9).
Baca juga: Ringankan Beban UMKM, Kemenkop UKM Bagikan Ribuan Paket SembakoVaksinasi merupakan salah satu bagian strategi pemerintah dalam pemulihan ekonomi dan dunia usaha. Teten menyebutkan, di banyak negara sudah terbukti bahwa semakin banyak masyarakat yang divaksin, maka potensi pertumbuhan ekonomi semakin membaik pula.
“Oleh karena itu, kita harus terus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksin," tambahnya.
Apalagi, lanjut Teten, banyak usaha mikro dan kecil yang sangat terdampak dari pandemi ini. Seperti tutupnya sebuah usaha, penurunan pendapatan, dan lainnya.
Teten meyakini, melalui program vaksinasi kegiatan ekonomi dan usaha bisa pulih dengan cepat dan kembali berjalan seperti semestinya. Untuk itu, upaya mendukung percepatan program vaksinasi terutama bagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses, akan terus digulirkan.
“Upaya layanan vaksinasi yang dilakukan Mandalawangi memperluas dan mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Juga antusiasme masyarakat untuk mau divaksin diharapkan menjadi semakin tinggi," katanya.
Sebagai langkah mempercepat program vaksinasi, pemerintah menargetkan sebanyak dua juta orang per hari bisa mendapatkan vaksin. Terlebih, saat ini pasokan vaksin semakin mengalami perbaikan.
Sementara itu, Ketua Mandalawangi Bergerak, Rahmi Hidayati menuturkan, pihaknya akan melakukan aksi serupa di kaki gunung lainnya. Dengan target 10 gunung yang ada di Indonesia.
"Setiap satu gunung diperkirakan sebanyak 3.000 orang yang akan divaksin," jelasnya.
Baca juga: Dorong UMKM Terintegrasi Ekonomi Digital, Pemerintah Gandeng MSC Tingkatkan LiterasiSasaran dari aksi Mandalawangi ini adalah semua orang dan elemen masyarakat yang terkait dengan wisata alam pendakian gunung. Termasuk pelaku UMKM yang banyak terlibat dalam wisata alam di daerah pegunungan.
Ia berharap Mandalawangi Bergerak terus mendapat dukungan dari pihak terkait dalam menggelar program vaksinasi di kaki gunung. Ke depan, pada 14-15 September juga akan dilaksanakan program vaksinasi di pos Gunung Putri.
Sebagai informasi, Mandalawangi Bergerak merupakan program vaksinasi yang dibentuk atas inisiatif Mapala UI dan Wanadri yang fokus di titik-titik pendakian gunung. Cibodas, Selabintana, dan Gunung Putri adalah tiga titik awal pendakian di gunung Gede-Pangrango yang menjadi sasaran pertama Mandalawangi Bergerak.
Aktivitas pendakian di Indonesia tergolong cukup tinggi selama pandemi ini. Dengan kondisi demikian, warga yang hidup di sekitar pos pendakian menjadi rentan.
“Ini sebagai bentuk kecintaan kita terhadap masyarakat di kaki gunung yang sudah mendukung kita naik gunung. Kalau kita tidak peduli dengan masyarakat sekitar sini, mereka nanti bisa saja ikut terimbas," ujarnya.
Diketahui, sejumlah taman wisata alam pegunungan memang masih membuka kegiatan pendakian. Namun, tak sedikit pengelola yang memutuskan menutup jalur pendakian selama pandemi guna mencegah penularan Covid-19.
"Untuk itu, vaksinasi menjadi jawaban utama guna melindungi warga dan kehidupannya. Pasalnya, masyarakat kaki gunung banyak menggantungkan hidupnya dari kegiatan pendakian," imbuhnya.
(zul)