LANGIT7.ID, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menjalin kerja sama dengan MicroSave Consulting (MSC) meningkatkan literasi digital dan kapasitas koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu dilakukan demi target capaian menuju ekonomi digital dan inklusi keuangan.
Berdasarkan survei literasi digital yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2020, diketahui indeks literasi digital Indonesia masih berada di angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Artinya, posisi Indonesia masih berada di bawah tingkatan baik.
Untuk itu, Kemenkop UKM terus berupaya mempercepat literasi digital dan melakukan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, salah satunya MSC. Kerja sama dalam hal literasi digital ini menjadi salah satu bentuk dukungan kepada para pelaku koperasi dan UMKM agar lebih berkembang dan dapat bersaing di pasar global.
Baca juga: Koperasi Konsumen BMI Buka Fasilitas Jasa Umrah untuk Jamaah IndonesiaSekretaris Kemenkop UKM, Arif Rahman Hakim berharap dengan adanya kerjasama ini dapat memberikan dampak positif kepada pelaku koperasi dan UMKM. Salah satunya melalui pemanfaatan kajian berbasis bukti dan optimalisasi akses serta kapasitas koperasi dan UMKM.
“Kami berharap kolaborasi yang dilakukan dengan pihak MSC dapat membantu melakukan riset dan kajian yang berkaitan dengan perkembangan koperasi dan UMKM di Indonesia. Outputnya pun dapat dimanfaatkan sebagai bahan perumusan kebijakan dan perencanaan program dalam mencapai target pemberdayaan koperasi dan UMKM,” ujarnya di acara MoU antara KemenkopUKM dengan MSC secara daring, Selasa (31/8).
Adapun tujuan dari nota kesepahaman ini, adalah untuk menjalankan kerjasama pengembangan koperasi dan UMKM secara inklusif, termasuk dalam pelaksanaan penelitian, kapasitas digital, seminar, dan dukungan kebijakan. Sedangkan ruang lingkup MoU ini meliputi, pemanfaatan kajian berbasis bukti dan optimalisasi akses dan kapasitas koperasi dan UMKM.
Tujuannya, untuk memberikan wawasan dan merancang kebijakan, layanan keuangan, dan penggunaan alat yang membantu koperasi dan UMKM berkembang, dan sosialisasi hasil penelitian/kajian. Sementara pelaksanaan kajian dilakukan melalui lokakarya atau seminar, perpustakaan digital, dan media publikasi.
Diwaktu yang sama, Country Director MSC Indonesia Consulting, Grace Retnowati mengatakan, pihaknya menyambut baik kepercayaan dan kesempatan yang diberikan untuk menjalin kerja sama dengan Kemenkop UKM.
“Diharapkan kerjasama ini dapat mendukung program pemerintah dalam percepatan peningkatan kapasitas digital UKM, menuju ekonomi digital dan meningkatkan inklusi keuangan” ujarnya.
Baca juga: Lantik Deputi Kewirausahaan, Teten: Rasio Kewirausahaan Indonesia 4 Persen 2024Peran penting UMKM sebagai tulang punggung ekonomi, telah mengalokasikan lebih dari Rp51 triliun dana pemulihan UMKM dari dampak pandemi COVID-19. Namun tantangan yang dihadapi saat ini, sebagian UMKM masih terkendala untuk bisa terintegrasi dengan ekosistem digital.
Selain itu, perlu ada strategi khusus yang dilakukan agar masyarakat lebih banyak membeli produk lokal atau dari produsen lokal. Integrasi dengan ekosistem digital ini diharapkan akan membantu UMKM untuk dapat bersaing di tengah banyaknya perusahaan besar yang menghasilkan produk dalam skala besar.
(zul)