LANGIT7.ID-London; Petenis peringkat 3 dunia, Carlos Alcaraz akhirnya bisa selamat dari pertarungan sengit melawan petenis peringkat 29, Frances Tiafoe.
Pertandingan di babak ketiga wimbledon yang dilangsungkan di lapangan tengah, Alcaraz menutup kemenangan dalam permainan lima set dengan score: 5-7, 6-2, 4-6, 7-6(2), 6- 2.
Kemenangan yang dihasilkan dengan perjuangan yang menegangkan dan menguras energi ini, membuat Alcaraz menumpahkan kegembiraannya dengan berteriak keras seperti harimau yang sedang meraung.
Sejarah pertarungan yang super seru dan menegangkan di wimbledon ini, juga pernah dialami Alcaraz saat bertemu Tiafoe di semifinal US Open 2022.
Petenis Spanyol ini juga berhasil melewati Tiafoe dalam lima set yang epik dalam perjalanan menuju gelar AS Terbuka.
![Alcaraz Lolos Ke Putaran Keempat Setelah Bertarung Sengit Lawan Tiafoe]()
Bertemu pertama kali sejak di London barat, kedua pemain kembali tampil unjuk gigi di salah satu laga terbaik musim ini.
Di bawah atap Lapangan Tengah, keduanya menghasilkan momen-momen ajaib, dengan aksi aksi menegangkan seperti kucing-dan-tikus yang berkepanjangan. Dengan sedikit perbedaan, Alcaraz meningkatkan tempo dan memperkuat pukulan groundstroke-nya pada tahap penutupan untuk memastikan kemenangan dalam waktu tiga jam 51 menit, pada set kelima di turnamen utama.
“Selalu menjadi tantangan besar bermain melawan Frances Tiafoe,” kata Alcaraz. “Dia adalah pemain yang sangat bertalenta dan tangguh untuk dihadapi dan kami melihatnya sekali lagi bahwa dia pantas berada di puncak dan pantas berjuang untuk hal-hal besar. Sangat sulit bagi saya untuk menyesuaikan permainan saya, menemukan solusi dan mencoba untuk menempatkannya di posisi teratas. Tapi saya sangat senang melakukannya di akhir pertandingan," ujar Alcaraz.
![Alcaraz Lolos Ke Putaran Keempat Setelah Bertarung Sengit Lawan Tiafoe]()
Dia menambahkan, "Ada banyak momen sulit di set keempat. Yang saya pikirkan hanyalah 'Oke, perebutkan satu bola lagi'. Saya hanya memikirkan bola berikutnya dan saat tie-break, saya berkata pada diri sendiri bahwa saya harus mengincarnya. Jika saya kehilangan, saya akan benar benar kehilangan. Saya terus berusaha dan itu bagus bagi diri saya sendiri untuk bisa melewatinya setiap momen sulit dan krusial."
Alcaraz telah memenangkan 10 pertandingan terakhirnya di The Championships, setelah mengalahkan Novak Djokovic di final tahun lalu. Namun, harapan gelar unggulan ketiga itu tergantung pada pertandingan Jumat sore ketika Tiafoe menampilkan salah satu penampilan terbaiknya musim ini untuk mendorong petenis Spanyol itu dipaksa mengerahkan semua kemampuannya.
Petenis Amerika itu tiba di tournamen wimbledon setelah memenangkan pertandingan berturut-turut hanya di dua ajang tingkat tur tahun ini (Delray Beach, Houston). Namun, ia masih punya bekal pengalaman saat mencapai semifinal US Open di New York pada tahun 2022 dan memenangkan dua gelar tingkat tur pada tahun 2023. Itu menunjukkan keahlian lapangan Tiafoe yang hebat untuk bekal mengalahkan pemain peringkat tiga dunia itu di moment wimbledon sekarang. Hanya sayang Tiafoe gagal ambil momen penting ini.
Kegagalan Tiafoe terliat jelas setelah tidak bisa mempertahankan levelnya pada set kelima melawan Alcaraz. Di set kelima ini, Tiafoe tampak konsentrasi dan kondisi fisiknya menurun, sehingga kesulitan meladeni permainan keras Alcaraz yang sedang dapat momentum bangkit.
Memasuki babak keempat di wimbledon untuk tahun ketiga berturut-turut, Alcaraz selanjutnya akan menghadapi pemenang antara pemain Prancis Ugo Humbert atau pemain Amerika Brandon Nakashima.
Usai pertandingan Alcaraz saat memberikan keterangan pers mengatakan,“Tim saya selalu mengatakan mereka lebih menderita daripada saya." "Mereka merasa tidak bisa berbuat apa-apa dan sulit untuk mereka atasi, tapi saya berterima kasih atas dukungan mereka," ujar Alcaraz.
Petenis Spanyol yang dititahkan menjadi penerus dominasi generasi Rafael Nadal ini, sangat berambisi mengejar trofi ketiganya musim ini dan gelar grand slam keempat secara keseluruhan. Bulan lalu, ia meraih kemenangan di Roland Garros dan menjadi orang termuda dalam sejarah yang memenangkan gelar grand slam di ketiga permukaan lapangan.
![Alcaraz Lolos Ke Putaran Keempat Setelah Bertarung Sengit Lawan Tiafoe]()
Pertarungan Dari Set PertamaPada set pertama yang berlangsung seru, break terjadi di pertengahan pertandingan sebelum Tiafoe mengungguli Alcaraz di fase akhir. Petenis Amerika itu menguasai bola dari baseline untuk mematahkan servis pada kedudukan 5-5 dan melakukan servis dengan ketat, memenangkan 81 persen (17/21) poin servis pertama pada set tersebut untuk memimpin.
Namun, Alcaraz merespons dengan tegas pada set kedua.Ia meningkatkan intensitasnya untuk bangkit kembali. Puncak dari set ini terjadi pada set point ketika pemain berusia 21 tahun itu melakukan pukulan backhand yang mematikan dan memenangi umpan silang.
Alcaraz menangkis dua break point untuk dipertahankan pada game pertama set ketiga dan satu lagi pada game ketiga, namun tidak dapat bertahan lama karena Tiafoe mematahkan servis untuk kedudukan 4-3 ketika Alcaraz hanya mampu melakukan pukulan lob tweener yang panjang. Tiafoe melaju melalui dua service game berikutnya untuk menguasai pertandingan dan kemudian menunjukkan keahliannya di lapangan pada set keempat untuk mendorong Alcaraz melakukan tie-break.
Petenis Spanyol itu menampilkan permainan terbaiknya pada breaker.Ia melepaskan pukulan andalannya dari kedua sayap dan mengayunkan tinju di sela-sela poin untuk menyamakan kedudukan.
Kemudian memperoleh break awal pada set kelima ketika ia melepaskan pukulan backhand keras dan dari sana ia melesat menuju kemenangan.(*/atptour)
(lam)