LANGIT7.ID-, Jakarta- - Mantan pelatih timnas futsal Indonesia sekaligus pengamat sepak bola ternama, Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin, memberikan pandangannya mengenai perkembangan timnas Indonesia dalam YouTube Sportify Indonesia. Menurutnya, dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun bagi timnas Indonesia untuk benar-benar matang dan mampu bersaing di level dunia.
"Ya seperti yang gue bilang 2030 itu lebih bisa bersaing untuk piala dunia. Kalau matang ya 10 tahun ke depan," ujar Coach Justin, dikutip Senin (8/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa kematangan yang dimaksud adalah dalam arti konsistensi performa tim dari tahun ke tahun.
Baca Juga:
PSSI Siapkan Kejutan: Pemain Diaspora Baru Bakal Perkuat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026Coach Justin menekankan pentingnya memupuk bakat dan membangun fondasi yang kuat mulai dari sekarang. "Dipupuk dari sekarang, ditanam dari sekarang. Petiknya 10 tahun ke depan," jelasnya. Ia menambahkan bahwa dalam jangka waktu tersebut, diharapkan akan ada perpaduan yang ideal antara pemain diaspora dan pemain dari liga lokal, serta peningkatan kualitas liga domestik.
![Coach Justin: Timnas Indonesia Butuh 10 Tahun untuk Matang dan Bersaing di Level Dunia]()
Meski demikian, Coach Justin mengapresiasi perkembangan positif yang telah ditunjukkan timnas Indonesia belakangan ini. Ia menilai bahwa prestasi yang diraih timnas, terutama di level U-23, bahkan melebihi ekspektasi banyak pihak.
"Shin Tae-yong sudah memberikan jauh di atas ekspektasi kita. Terutama dengan U-23. Jadi seolah-olah prestasi yang diberikan di U-23 itu seolah-olah hal yang normal. Padahal itu lebih beyond our expectation, melebihi ekspektasi kita," ungkapnya.
Namun, Coach Justin juga mengingatkan agar ekspektasi publik tetap realistis. Ia menyoroti perbedaan level antara pemain Indonesia dengan negara-negara top Asia seperti Jepang. "Pemain Jepang itu main di klub-klub besar di Eropa. Pemain kita banyak yang main di divisi dua di Eropa. Jadi gak bisa disamakan," tegasnya.
Lebih lanjut, Coach Justin mengajak para penggemar sepak bola Indonesia untuk menikmati proses perkembangan timnas, bukan hanya terfokus pada hasil akhir. "Mengerti bola itu bukan hanya dari menang-kalah. Sebab bola itu terlalu bagus untuk hanya dinilai dari menang-kalah. Banyak yang kita bisa nikmati, prosesnya dan lain-lain," ujarnya.
Ia juga menyoroti perubahan positif dalam mentalitas timnas. "Dulu kalahnya lawan Thailand, Vietnam, Malaysia. Sekarang kalahnya lawan Saudi, Irak, Australia, Jepang. Itu beda," kata Coach Justin, menunjukkan bahwa timnas Indonesia kini mampu bersaing dengan tim-tim yang levelnya lebih tinggi.
Coach Justin menekankan pentingnya kesabaran dan dukungan konsisten dari seluruh elemen sepak bola Indonesia. Menurutnya, dengan terus membangun fondasi yang kuat dan konsisten dalam pengembangan pemain muda, timnas Indonesia akan mampu mencapai targetnya untuk bersaing di level dunia pada tahun 2030.
"Kita harus realistis. Tapi juga optimis dengan perkembangan yang ada," tutup Coach Justin. Ia berharap seluruh pecinta sepak bola Indonesia dapat terus mendukung perjuangan timnas, sambil tetap menjaga ekspektasi yang realistis sesuai dengan kondisi dan level tim saat ini.
(lam)