LANGIT7.ID-, Jakarta- - Banyak orang memahami istikamah sebagai kondisi statis untuk bertahan, namun bagi Muhammadiyah istikamah itu tidak hanya bertahan namun berkembang dan meningkat.
Makna istikamah tersebut disampaikan oleh Bendahara Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Marpuji Ali dalam acara sarasehan di SMK Muhammadiyah PK Kottabarat, Solo.
Dalam siaran pers, Marpuji menegaskan bahwa makna istikamah yang harus dipahami oleh warga Persyarikatan Muhammadiyah bukanlah suatu yang statis hanya bertahan.
“Intinya, makna istikamah bukan sekadar bertahan, melainkan bertahan dan ada peningkatan,” jelasnya, dikutip Minggu (14/7/2024).
Pemaknaan secara dinamis ini lebih-lebih harus diterapkan di benak para penggerak institusi pendidikan Muhammadiyah, khusus sekolah-sekolah Muhammadiyah dari dasar sampai menengah.
Marpuji mengaku, dalam membangun sebuah institusi pendidikan Muhammadiyah yang unggul bukan perkara mudah. Akan tetapi juga bukan perkara yang tidak mungkin untuk dilakukan, sebab pendidikan Muhammadiyah sudah ada sejak lama.
Merujuk Al Qur’an surat Al Fusilat ayat 30, Marpuji mengungkapkan bahwa berjuang di jalan Allah memerlukan keteguhan yang luar biasa, sebab ujian dan cobaan akan datang silih berganti menguji keimanan seorang muslim.
Namun yang tidak boleh dilupakan janji yang Allah sampaikan yaitu balasan berupa surga, oleh karena itu para pejuang pendidikan di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah tidak perlu merasa sedih dan takut.
Di sisi lain Marpuji juga meminta supaya gerakan jemaah yang dilakukan untuk mengelola institusi pendidikan Muhammadiyah diperkuat. Dia beralasan bahwa jemaah merupakan kekuatan inti dari gerakan Muhammadiyah. (muhammadiyah.or.id)
(lam)