LANGIT.7.ID - Ada yang tak biasa pada konferensi pers jelang pertandingan Piala Euro 2020. Bintang sepakbola Cristiano Ronaldo terlihat menyingkirkan dua botol Coca-Cola yang ditaruh dekat mikrofon di depannya.
Dalam video yang banyak beredar, terlihat peraih Ballon d’Or itu memindahkan dua botol minuman soda tersebut sesaat sebelum konferensi pers, Senin (14/6/2021) jelang laga Hongarian vs Portugal. Ia lalu mengangkat sebotol air mineral dan berkata 'Agua" berarti air dalam bahasa Portugal.
Pemain berjuluk CR7 ini memang dikenal menerapkan gaya hidup sehat dengan banyak minum air putih, memerangi gula, lemak, dan menolak junk food.
Soal air berkarbonasi, terlepas dari sensasi menyegarkan, apalagi diminum dingin, memang tidak dianjurkan sering dikonsumsi. Ia menyimpan sederet bahaya. Berikut potensi keburukan seperti dilansir
Eat This:1. Obesitas
Meskipun satu kaleng soda berisi 140 kalori, tetapi nilai itu dijamin tidak berpengaruh apa-apa terhadap rasa lapar. Tanpa nutrisi, ia cuma meningkatkan kadar gula darah dan menumpuk glukosa. Bila tak dibakar gula menjadi lemak menambah bobot tubuh dan ujungnya menyebabkan obesitas.
Jika berpikir soda diet lebih baik, sebaiknya harus dipikirkan ulang. Baik soda diet dan soda reguler sama-sama terbukti berdasar berberapa riset, bisa menyebabkan diabetes tipe 2.
Gula yang didapat dari minuman soda akan diubah menjadi lemak di hati (liver). Masih menurut
Eat This, lebih dari 6 bulan, lemak yang menumpuk di hati bisa meningkat sebanyak 150%, meningkatkan faktor resiko diabetes.
Riset yang diterbitkan oleh
Yale Journal of Biology and Medicine mengungkapkan bahwa pemanis buatan sebenarnya memicu kecanduan terhadap gula murni, sehingga pengonsumsinya lebih berisiko terkena diabetes.
3. Kerusakan gigi
Sekaleng soda mengandung gula setara 10 kemasan kecil individual. Gula tersebut langsung melapisi gusi dan gigi ketika dikonsumsi. Bahkan, beberapa penelitian telah memperlihatkan bagaimana sebenarnya soda dapat merusak gigi. Jika dibiarkan terus-menerus maka gigi semakin rapuh. Jangan heran bila tahu-tahu gigi keropos.
4. Nyeri sendi
Rasa sakit satu ini tidak mudah hilang dan malah mungkin semakin memburuk jika masih terus akan mengonsumsi soda. A
merican Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan bahwa wanita kerap mengkonsumsi soda berisiko terkena artritis rematoid. Jadi, tidak ada waktu yang lebih tepat untuk mengurangi soda selain sekarang.
5. Penuaan Dini
Jika ingin menjaga kesehatan yang baik di masa muda, maka jangan tunda lagi stop soda. Minuman ini mengandung fosfat dan gula yang telah terbukti mempercepat proses penuaan pada tingkat sel.
Soda meningkatkan kadar gula plus komponen kimia berbahaya dalam pembuluh darah, yang menimbulkan penuaan pada kulit. Komponen kimia tadi memicu dehidrasi yang menimbulkan risiko keriput yakni terbentuknya garis halus.
6. Insomnia
Susah tidur? Baiknya mengevaluasi kembali konsumsi soda jika termasuk penggemarnya. Satu kaleng soda diet yang populer mengandung sekitar 45 miligram kafein. Butuh waktu hampir setengah hari bagi metabolisme untuk memprosesnya. Minum soda saat makan malam berarti siap-siap saja terombang-ambing antara tidur dan terjaga.
7. Musuh ginjal
Masalah kesehatan cukup serius dari mengonsumsi soda adalah gangguan ginjal. Seseorang yang mengonsumsi paling tidak dua botol minuman soda per hari , menurut
Halodoc, dapat mengalami proteinuria, yaitu peningkatan eksresi protein di dalam urine.
Selain itu soda juga dapat memicu pembentukan batu ginjal yang menyebabkan penurunan fungsi berujung pada gagal ginjal.
Jadi masih mau terus konsumsi soda?
(arp)