LANGIT7.ID, Jakarta - Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) menjadi andalan Kementerian Koperasi dan UKM menyediakan jasa pendampingan dan pembinaan UMKM secara menyeluruh dan terintegrasi dengan koperasi. Hal tersebut menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi, kinerja pemasaran, akses pembiayaan, dan pengembangan SDM.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Yogyakarta, Srie Nuryatsiwi meminta perhatian pemerintah pusat untuk bisa memberikan bantuan dukungan dalam hal peningkatkan kualitas SDM di berbagai wilayah PLUT yang ada. Pasalnya, SDM pendamping ini berfungsi untuk menciptakan UMKM yang berdaya saing agar bisa naik kelas.
Sehingga, lanjut Siwi, untuk mendorong UMKM bisa naik kelas juga dibutuhkan pendamping yang berkompeten. Hal itu dilakukan demi meningkatkan kualitas dan kompetensi yang tidak hanya dirasakan oleh UMKM, tapi juga SDM pendamping yang ada di PLUT.
“Jadi tidak hanya UMKM yang naik kelas, tapi pendamping ini juga perlu untuk bisa naik kelas. Kami harap, hal ini bisa didukung dan menjadi pertimbangan pemerintah pusat,” jelasnya di acara Festival UKM 2021 yang diadakan secara daring, Rabu (8/9).
Baca juga: Layanan e-Commerce Ini Dorong Pemulihan Bisnis UMKM dan Ekonomi LokalMenurutnya, acara Festival UKM 2021 menjadi ajang luar biasa sebagai wadah bersama untuk saling bertukar pikiran dan mempromosikan serta meningkatkan kapasitas koperasi dan UMKM. “PLUT bagi UMKM ini ibarat rumah sakit, jadi siapa saja yang memiliki kendala dan masalah silakan datang untuk kita pecahkan bersama,” ujarnya.
Banyak permasalahan yang melanda saat ini, seperti pandemi Covid-19 yang juga berimbas di sektor UMKM sehingga mengganggu proses pemasaran mereka. Seperti disebutkan dari data yang ada, sebanyak 90 persen permasalahan yang dirasakan pelaku UMKM adalah sulitnya memasarkan produk di tengah situasi pandemi.
Sehingga UMKM perlu mendapatkan dukungan untuk menjangkau dan mendapatkan akses pasar walaupun di tengah pandemi. Selain itu, sebagai bentuk dukungan lanjutan ketika sudah mendapatkan pasar, pihaknya juga mengajak pihak terkait untuk tetap menjaga perihal
quality control bagi para UMKM.
“Ketika akses pasar sudah kita bantu lewat platform pemasaran digital lokal seperti SiBakul, maka selanjutnya kita perlu melakukan tahap
quality control. Jadi untuk menjaga kualitas dan kuantitas produk agar tetap bisa memenuhi kebutuhan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta, Sularno juga mengatakan hal yang sama, seperti kendala pemasaran yang dirasakan UMKM di Surakarta. Kebijakan pemerintah untuk mencegah rantai penularan virus korona dengan memberlakukan PPKM juga menjadi penyebab sulitnya menjangkau pasar yang ada.
Sehingga, keterbatasan mobilitas secara tidak langsung memutus jembatan penghubung antara pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka. Selain itu, masalah permodalan dan IT juga menjadi kendala tersendiri, termasuk kesulitan para pelaku UMKM dalam hal menyusun laporan keuangan.
Untuk itu, pihaknya berupaya untuk menghadirkan solusi pemasaran produk UMKM bekerja sama dengan minimarket modern yang ada. Semua itu dilakukan untuk mengembangkan pemasaran dan meningkatkan daya saing, agar UMKM Surakarta bisa terus berkembang dan memitigasi risiko akibat pandemi.
“Kami juga mendukung saran dari Dinas Koperasi dan UKM DIY dalam hal peningkatan SDM pendamping. Kami harap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian kepada kualitas SDM di tingkat daerah. Sebab, untuk memajukan UMKM daerah, diperlukan pendampingan dengan kualitas SDM yang memadai,“ tambahnya.
Baca juga: Gelar Vaksinasi, OJK Harap Roda Perekonomian Kembali BergerakMenanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Usaha Kecil dan Menengah, Hanung Harimba Rachman mengatakan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM, telah memiliki program untuk peningkatkan kualitas SDM. Seperti Sekolah Ekspor yang diresmikan oleh Kementerian Perdagangan pada tahun lalu.
“Program ini tidak hanya dikhususkan untuk UMKM, tapi juga bisa diberikan kepada para SDM pendamping agar bisa naik kelas, sehingga lebih berkompeten dalam memberikan pendampingan kepada UMKM. Sedangkan untuk masalah pemasaran, saya kira untuk usaha yang skalanya masih cukup kecil kita perlu ada agregator untuk menjaga ketersediaan barangnya. Sehingga dapat membantu pemasaran produk bagi UMKM yang memiliki keterbatasan dalam hal ini,” jelasnya.
(zul)