Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 05 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Dari Sekolah Parlemen di Mesir: Agama dan Negara Apakah Bisa Bersatu?

tim langit 7 Jum'at, 19 Juli 2024 - 06:12 WIB
Dari Sekolah Parlemen di Mesir: Agama dan Negara Apakah Bisa Bersatu?
LANGIT7MID-Kairo; Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir menggelar sekolah parlemen 2024. Kegiatan perdana dan sangat bersejarah ini, membahas topik tentang " konsep agama dan negara bisa bersatu di bawah satu atap atau tidak."

Professor Dr. Sunny Ummul Firdaus guru besar di bidang tata hukum negara dari Universitas Sebelas Maret (UNS) yang hadir sebagai pembicara dalam acara ini mengatakan, dirinya sangat kagum pada antusiasme mahasiswa Timur Tengah terhadap keparlemenan.

Menurutnya, stereotip bahwa mahasiswa di Timur Tengah hanya tertarik pada studi agama ternyata terbantahkan dengan partisipasi mereka dalam acara Sekolah Parlemen ini.

“Peristiwa ini mencerminkan dinamika kompleks antara agama dan negara. Di banyak negara, agama sering kali menjadi faktor penting dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Namun, tantangan muncul ketika agama digunakan sebagai landasan untuk kebijakan publik dan hukum negara. Hal ini dapat memicu ketegangan antar-kelompok atau bahkan konflik di masyarakat,” ungkap Professor Sunny.

Perlu diketahui, Sekolah Parlemen 2024 di Mesir yang digagas pelajar Indonesia di Mesir, dapat memberikan contoh bagaimana pendekatan inklusif dapat memperkuat integrasi sosial di antara warga negara yang memiliki latar belakang agama yang beragam. Sebelumnya PPMI juga sukses menggelar sekolah diplomasi di KBRI Kairo.

Menurut Professor Sunny, acara ini menjadi sebuah gebrakan baru yang diadakan dalam sejarah mahasiswa Indonesia di Mesir.

“Sekolah Parlemen 2024 ini memang bukan program unggulan dari kabinet PPMI, namun memang Sekolah Parlemen 2024 ini merupakan program terbaru yang sangat bagus dari PPMI,” ungkapnya.

Tak hanya itu, menurutnya partisipasi aktif dari mahasiswa diaspora Indonesia, yang berasal dari berbagai latar belakang agama, menunjukkan bahwa dialog dan toleransi dapat menjadi jalan untuk mencapai kesatuan dalam keragaman.

Dari Sekolah Parlemen di Mesir: Agama dan Negara Apakah Bisa Bersatu?

Dituntut Untuk Mengesahkan Satu RUU

Selain Professor Sunny, beberapa narasumber juga didatangkan dalam acara ini, seperti Christina Ariani, selaku Anggota Komisi I DPR RI dan Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR RI via luring dan menggelar telewicara bersama mereka dengan pembahasan yang masih berada di koridor hukum perundang-undangan dan tata laksana penyelenggaraannya di Indonesia.

Wakil Presiden PPMI Mesir Iqbal Ibnu Farhan mengatakan setelah para peserta mendapatkan pembekalan, para peserta dituntut untuk melakukan simulasi sebagai anggota dewan dan merumuskan satu rancangan undang-undang (RUU) melalui sidang komisi dan mengesahkan lewat sidang paripurna yang akan diadakan pada tanggal 20-21 Juli mendatang.

“Meskipun agama dan negara mungkin memiliki perbedaan dalam orientasi dan fokusnya, acara seperti Sekolah Parlemen 2024 menegaskan bahwa ada cara untuk menyatukan keduanya dalam bingkai yang saling menghormati dan memperkuat. Ini adalah langkah positif menuju masyarakat yang lebih harmonis dan berintegrasi, di mana nilai-nilai agama dan kepentingan negara dapat beriringan menuju kemajuan bersama,” tutur Iqbal Farhan.(*/saf)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 05 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)