LANGIT7.ID-Jakarta; Setelah melakukan debutnya di ASEAN di Bangkok Motor Show pada bulan Maret, Honda e:N1 selanjutnya ditampilkan di Indonesia pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Berbeda dengan StepWGN yang ditampilkan di acara yang sama, Honda sebenarnya berencana menjual HR-V listrik di nusantara mulai tahun depan.
Dikenal juga pada e:NS1 di Tiongkok dan e:Ny1 di Eropa, e:N1 ditenagai oleh motor depan tunggal yang menghasilkan tenaga 204 PS (150 kW) dan torsi 310 Nm. Hal ini membawa mobil dari nol hingga 100 km/jam dalam 7,7 detik dan mencapai kecepatan tertinggi 160 km/jam.
Sementara itu, baterai 68,8 kWh memberikan jangkauan 412 km pada siklus WLTP (500 km NEDC, seperti yang diiklankan di ASEAN). Sayangnya, e:N1 hanya mendukung pengisian cepat DC hingga 78 kW, memerlukan waktu 45 menit untuk mengisi daya baterai dari 10 hingga 80%; proses pengisian yang sama dengan pengisi daya AC 11 kW membutuhkan waktu enam jam.
![Honda e:N1 Didominasi Layar Sentuh Apple dan Auto Android]()
Di bagian luar, e:N1 dibedakan dengan gril tertutup baru yang mengintegrasikan port pengisian daya, serta sudut bemper depan berbentuk L. Anda juga mendapatkan lencana Honda putih datar khusus EV serta tulisan Honda di bagian belakang.
Di dalam, e:N1 didominasi oleh layar sentuh potret berukuran 15,1 inci dengan Apple CarPlay dan Android Auto, dipadukan dengan layar instrumen digital 10,25 inci. Juga dilengkapi pemilih gigi tombol tekan, menggantikan tuas konvensional HR-V.
![Honda e:N1 Didominasi Layar Sentuh Apple dan Auto Android]()
Masyarakat Indonesia berharap e:N1 bisa dijual langsung ke publik melalui cara biasa. Hal ini sangat kontras dengan Thailand dimana, meskipun berinvestasi besar dalam pembuatan mobil di sana, Honda hanya menyediakan e:N1 untuk disewakan melalui 12 perusahaan rental terkemuka di negara tersebut.
Bagi kami, Honda Malaysia tahun lalu mengatakan bahwa mereka akan fokus pada kendaraan hybrid terlebih dahulu sebagai “solusi yang lebih praktis” sambil menunggu infrastruktur pengisian daya lokal dikembangkan lebih lanjut, dan peralihan ke kendaraan listrik penuh akan dilakukan kemudian.(*/saf/paultan)
(lam)