LANGIT7.ID-, Jakarta- - Ustadz Adi Hidayat memberikan peringatan penting kepada umat Muslim tentang bahaya istidraj, sebuah kondisi di mana seseorang semakin jauh dari Allah SWT justru ketika mendapatkan berbagai kenikmatan duniawi. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bagaimana kesuksesan dalam hal harta, ilmu, dan ibadah bisa menjadi bumerang jika tidak disikapi dengan benar.
Istidraj, menurut penjelasan Ustadz Adi Hidayat, adalah keadaan di mana seseorang diberi kemudahan dan kelapangan dalam urusan dunia, namun justru semakin lupa kepada Allah SWT. Hal ini bisa terjadi tanpa disadari dan berlangsung hingga seseorang meninggal dunia, yang pada akhirnya bisa mengakibatkan hilangnya pahala amal ibadah.
Beliau mengutip Al-Qur'an Surah Al-An'am ayat 44 untuk menggambarkan kondisi istidraj:
"فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَ عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ"
Artinya: "Tatkala mereka mulai lupa dengan tujuan berkehidupan yang benar, maka Kami buka segala pintu."
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan bagaimana Allah SWT membukakan pintu-pintu kelapangan bagi mereka yang mulai melupakan tujuan hidup yang sebenarnya. Namun, kelapangan ini bukan berarti kebaikan, melainkan bisa menjadi ujian yang membuat seseorang semakin jauh dari Allah SWT.
Dalam ceramahnya, beliau memberikan beberapa contoh bagaimana istidraj bisa terjadi dalam berbagai aspek kehidupan. Ketika seseorang mendapatkan harta melimpah, ada kecenderungan untuk melupakan Allah SWT dan menganggap bahwa kesuksesan tersebut semata-mata hasil jerih payah sendiri. Akibatnya, kewajiban seperti zakat pun mulai diabaikan.
Seseorang yang terus menimba ilmu bisa terjebak dalam kesombongan intelektual. Ustadz Adi Hidayat memperingatkan, "Dapat ilmu, lupa dengan Allah. Oh ini pengetahuan saya." Bahkan, ilmu yang diperoleh bisa disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, seperti berselisih dan bertengkar.
Meski terlihat rajin beribadah, ada kemungkinan seseorang hanya melakukannya secara formalitas tanpa penghayatan. "Ada yang terlihat seperti ibadah, salatnya cuma turun naik, turun naik," ujar beliau.
Ustadz Adi Hidayat mengingatkan bahwa tanda-tanda istidraj bisa terlihat dari sikap seseorang yang semakin jauh dari Allah SWT seiring dengan bertambahnya nikmat duniawi. Misalnya, semakin sulit diajak ke masjid, mulai meremehkan nasihat ulama, atau bahkan sampai pada titik meragukan keberadaan Tuhan.
Beliau menekankan pentingnya menjaga keimanan dan ketakwaan di tengah kesuksesan duniawi. Umat Muslim diingatkan untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT dan menggunakannya untuk kebaikan, bukan malah semakin menjauh dari-Nya.
Pesan utama dari ceramah Ustadz Adi Hidayat ini adalah pentingnya introspeksi diri dan menjaga hubungan dengan Allah SWT. Kesuksesan duniawi hendaknya tidak membuat seseorang lupa akan tujuan hidup yang sebenarnya, yaitu beribadah kepada Allah SWT dan menjadi hamba-Nya yang baik. Dengan demikian, umat Muslim diharapkan dapat terhindar dari bahaya istidraj dan tetap istiqomah dalam menjalankan ajaran agama, meskipun dianugerahi berbagai kenikmatan duniawi.
(lam)