LANGIT7.ID-, Jakarta- - Di tengah polemik seputar naturalisasi Maarten Paes, PSSI sepertinya memiliki opsi lain yang tak kalah menarik. Yaell Samson, kiper muda berusia 18 tahun yang kini membela Volendam U-21, muncul sebagai kandidat potensial untuk mengawal gawang Timnas Indonesia.
Berbeda dengan Paes, Samson memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Indonesia. Darah Nusantara mengalir dalam dirinya melalui sang ayah, yang memiliki orangtua asal Bali dan Jawa. Meski belum pernah menginjakkan kaki di Tanah Air, kecintaannya pada budaya Indonesia terpancar jelas, termasuk selera kulinernya yang menggemari gado-gado dan nasi goreng.
Baca Juga:
Drama Maarten Paes: Masih Bisakah Tampil di Timnas Indonesia vs Arab Saudi?Perjalanan Samson di dunia sepak bola Belanda patut diperhitungkan. Memulai karier di usia 5 tahun bersama VV De Meern, ia kemudian merambah ke akademi FC Utrecht saat berusia 10 tahun. Perkembangannya yang pesat membuatnya dipromosikan ke tim U-17 Utrecht sebelum genap 16 tahun, dilanjutkan dengan naiknya ke tim U-18. Kini, Volendam U-21 menjadi tempat ia mengasah kemampuan.
Yang menjadi nilai plus, Samson telah menyatakan kesiapannya untuk membela Merah Putih. "Tentu saya mau. Saya ingin bermain untuk Timnas Indonesia dan sangat terbuka dengan peluang tersebut," ungkapnya, menunjukkan antusiasme yang tinggi.
Dibandingkan dengan Paes yang sudah berusia 25 tahun, Samson menawarkan prospek jangka panjang yang lebih menjanjikan. Usianya yang masih 18 tahun memberi ruang lebih luas untuk berkembang dan beradaptasi dengan sepak bola Indonesia.
Dari segi pengalaman, memang Paes unggul dengan jam terbangnya. Namun, potensi Samson yang telah terasah di akademi top Belanda sejak dini tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan penanganan yang tepat, ia bisa menjadi solusi jangka panjang untuk posisi kiper Timnas Indonesia.
Kehadiran Samson sebagai alternatif Paes membuka wacana baru dalam strategi naturalisasi PSSI. Alih-alih fokus pada pemain matang, PSSI kini memiliki opsi untuk berinvestasi pada talenta muda yang bisa dibentuk sesuai kebutuhan timnas.
Meski masih terlalu dini untuk membandingkan kualitas keduanya secara langsung, Samson menawarkan paket lengkap yang menarik: darah Indonesia, usia muda, pengalaman di liga top Eropa, dan yang terpenting, keinginan kuat untuk membela Merah Putih.
(lam)