LANGIT7.ID, Jakarta - Perkembangan kasus Covid-19 secara global saat ini telah mencapai 223 juta dengan angka kematian lebih dari 4,6 juta jiwa. Dalam satu bulan terakhir, kasus baru relatif lebih stabil dari bulan-bulan sebelumnya.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, mengatakan tren penurunan terjadi di kawasan World Health Organization (WHO), yaitu Afrika, Asia Tenggara, dan Mediterania Timur. Sementara tren kenaikan kasus Covid-19 terjadi di kawasan Amerika.
"Alhamdulillah, Indonesia salah satu negara yang terus mengalami tren penurunan" ujarnya saat menyambut kedatangan vaksin tahap ke-56 dan ke-57, Sabtu (11/9).
Baca juga:
Pertama Kali, Vaksin Janssen 500 Ribu Dosis dari Belanda Tiba Hari IniMenlu Retno menjelaskan bahwa
positivity rate nasional dalam beberapa hari terakhir berhasil turun di bawah angka 5%, ambang batas yang ditetapkan WHO. Hal ini tentu sangat berbeda jika dibandingkan pada Juli 2021 lalu saat
positivity rate melampaui 31%.
"Dirjen WHO mengatakan pada beberapa negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi terjadi terputusnya hubungan antara kenaikan kasus dengan tingkat kematian. Artinya, meskipun terjadi lonjakan kasus namun tidak diikuti dengan kenaikan rawat inap dan juga kematian," katanya.
Meski Indonesia terus mengalami penurunan kasus Covid-19, namun Menlu Retno menyebut masih banyak tantangan yang harus dilewati. Pihak Kemenlu akan terus bergerak agar kebutuhan vaksin nasional dapat terpenuhi.
"Ayo vaksinasi, dan kita jalankan protokol kesehatan. Insya Allah dengan ikhtiar kita semua dan kerja keras bersama, kedisiplinan, dan persatuan kita dapat keluar dari pandemi," jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono, mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Ia tidak ingin Indonesia bernasib seperti Malaysia, India, dan Singapura yang mengalami lonjakan kasus karena mengabaikan prokes.
"Jangan sampai lonjakan kasus kembali terjadi seperti negara-negara tetangga kita," ungkapnya.
Selain mematuhi prokes, dr. Dante juga berpesan kepada masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi nasional. Menurutnya, vaksin terbaik ialah vaksin yang tersedia saat ini, dan menunda vaksinasi bisa berdampak cukup parah.
"Tidak usah pilih-pilih vaksin, puluhan ribu anak kehilangan orang tua mereka karena Covid-19. Orang tua yang tidak mau vaksinasi itu berarti tidak sayang sama anaknya," tegas dr. Dante.
"Sekali lagi, jangan ragu untuk divaksinasi dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Insya Allah dengan ikhtiar bersama dari segenap pihak, kita dapat melewati pandemi ini dengan baik," pungkasnya.
(sof)