LANGIT7.ID-, Jakarta- - Adik dari Marissa Haque, Soraya Haque berbagi cerita bahwa keluarga besarnya memiliki latar belakang yang multikultur dan lintas keyakinan.
“Oma saya dari ayah, orang Prancis-Belanda. Beliau menikah dengan Opa yang merupakan orang India. Oma saya seorang suster Katolik di Prancis lalu mengikut suami yang Islam, tapi ada keluarga yang masih Katolik. Warna di keluarga kami beragam,” ungkap Soraya kepada Langit7.
Dari keberagaman tersebut sang ayah sempat menyinggung bahwa perbedaan agama dan budaya bukan sesuatu yang perlu dibahas.
“Itu adalah sesuatu yang terpampang nyata, jadi tidak ada pengajaran khusus. Dengan multi warna yang ada, setiap orang bebas mengambil keputusan ketika sudah dewasa. Marissa dengan bentuk seperti itu, saya sendiri seperti ini, dan semua ini adalah sesuatu yang sah saja, tidak ada persoalan besar,” imbuhnya.
Soraya Haque dan suami, Ekkie Soekarno.Foto/Instagram Soraya HaqueNamun begitu pada kenyataannya dalam masyarakat hal ini terkadang menjadi sebuah isu, dan hal ini disadari betul oleh Soraya.
“Di masyarakat timbul ada yang membandingkan. Itu resiko, di pandangan masyarakat kami bertiga masing-masing bakal dikenal berbeda.”
Satu hal yang diingat Aya saat mengenang sang ibu yaitu sifat baik yang dimilikinya.
“Saya ingat betul ibu saya suka membantu orang lain dan itu menjadi darah dalam kami. Berbuat baik dengan versi apapun, secara tidak sadar. Jadi arah untuk pendidikan dan spiritual lebih clear,” tambahnya.
Dirinya meyakini bahwa agama apapun berujung pada cinta kasih. Dalam Islam seperti yang diajarkan Allah SWT dalam surat Al Maidah.
“Secara tidak sadar orangtua saya mengajarkan anak-anaknya untuk memudahkan urusan orang, mungkin itu yang menjadi dasar kami bertiga (Marissa, Soraya dan Shahnaz) ketika bisa bermanfaat dan membantu masyarakat jadi bisa berdampak langsung,” tutur istri dari musisi Ekkie Soekarno itu.
Dalam kesempatan yang sama, Soraya juga bercerita mengenang sosok ayah yang menjalani karir di perusahaan minyak besar di Indonesia. Masa kecil dirinya dan sang kakak, Marissa yang kerap berpindah-pindah dari kota minyak yang satu ke kota minyak lainnya lantaran harus menyesuaikan dengan pekerjaan sang ayah.
“Melihat latar belakang ayah kerja di perusahaan minyak besar, yang terakhir di Pertamina dan ibu mendapat pendidikan sangat baik pada masa itu, jaman Belanda, jadi sepertinya perpaduan lintas budaya ini memungkinkan demokratisasi ada dalam rumah tangga mereka. Itu yang mempengaruhi kami tiga bersaudara punya warna berbeda.”
Sekadar diketahui, kedua orangtua dari The Haque Sisters -sebutan untuk tiga bersaudara Haque- adalah Allen Haque dan Mieke Soeharijah. Sang ayah, Allen Haque memiliki keturunan India, Belanda, dan Prancis namun terlahir sebagai WNI.
Pada sebuah unggahan di instagram Marissa Haque menuliskan bahwa sang ibu, R.Ay Mieke Soeharijah asli Indonesia yang berasal dari Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Allen sendiri adalah anak pasangan Siradjul Haque dan Charlotte Louise Poittier. Siradjul merupakan orang India Muslim terkemuka di Batavia era 1930-an, sedangkan Charlotte mantan biarawati Katolik di Prancis.
(ori)