Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 03 Juni 2026
home global news detail berita

Mengenal Setyo Budiyanto, Jenderal Polisi yang Dipilih Jadi Ketua KPK

tim langit 7 Kamis, 21 November 2024 - 17:30 WIB
Mengenal Setyo Budiyanto, Jenderal Polisi yang Dipilih Jadi Ketua KPK
Komjen Setyo Budiyanto terpilih sebagai ketua KPK periode 2024-2029.Foto/dok Kementan
LANGIT7.ID-, Jakarta- - Setyo Budiyanto telah ditetapkan Komisi III DPR RI menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2024-2029.

Keputusan ini dihasilkan dalam rapat pleno dan voting pemilihan dan penetapan calon pimpinan (capim) dan calon Dewan Pengawas (Dewas) KPK periode 2024-2029.

Jenderal bintang tiga ini mengatongi suara tertinggi dalam voting sebagai ketua KPK mengalahkan kandidat lainnya yakni Fitroh Rohcayanto dan Johanis Tanak.

Sebelum terpilih sebagai ketua KPK, Setyo, Fitroh dan Johanis memperoleh suara tertinggi dari 10 kandidat pimpinan lembaga antirasuah.

Baca juga:Komjen Setyo Budiyanto Terpilih Jadi Ketua KPK 2024-2029

Setyo meraih 46 suara, Fitroh 48 suara, Ibnu Basuki Widodo 33 suara, Johanis Tanak 48 suara, Agus Joko Pramono 39 suara. Mekanisme pemilihan ketua KPK dilanjutkan berdasarkan tiga suara terbanyak hasil voting.

Dari hasil voting posisi ketua KPK ini Setyo mempeorleh suara terbanyak dengan 45, diikuti Johanis dua suara dan Fitroh satu suara.

Adapun rapat dihadiri 44 anggota dari delapan fraksi dan tiap anggota berhak memberikan suara. Proses fit and proper test calon pimpinan KPK ini sebelumnya dilakukan Komisi III DPR selama tiga hari sejak Senin (18/11/2024) hingga Kamis (21/11/2024).

Terpilihnya Setyo menjadi ketua KPK periode menambah daftar lembaga antirasuah dipimpin sosok berlatar belakang polisi berpangkat jenderal. Sebelum Setyo, dua pimpinan KPK berlatar belakang Korps Bhayangkara itu adalah Taufiequrachman Ruki.

Taufiequrachman merupakan jenderal polisi berpangkat bintang dua atau Inspektur Jenderal yang pernah memimpin KPK. Dia menjadi ketua KPK pertama dan memimpin lembaga antirasuah tersebut selama empat tahun yakni periode 2003 hingga 2007.

Ketua KPK berlatar belakang jenderal polisi selanjutnya adalah Firli Bahuri. Firli yang merupakan jenderal polisi berpangkat itang tiga atau Komisaris Jenderal (Komjen) adalah ketua KPK periode 2019 hingga 2023.

Dia dilantik pada 21 November 2019 menggantikan Agus Rahardjo. Sebelum menjabat sebagai ketua KPK, Firli telah malang melintang di kepolisian. Jabatan terakhirnya di kepolisian adalah Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri.

Setyo yang terpilih menjadi ketua KPK baru meniti karier sejak lulus dari Akademi Kepolisian Tahun 1989. Setyo berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara.

Kemudian pada 22 Maret 2024, setyo mengemban amanat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian RI sehingga pangkat di pundaknya bertambah satu bintang menjadi Komjen. Setyo kemudian mengikuti seleksi calon pimpinan KPK.

Sejumlah jabatan pernah diemban pria kelahiran 29 Juni 1967 ini. Setyo pernah menjadi Kasat Tipikor Ditreskrim Polda Lampung dan Kasat Tipikor Polda Papua. Kemudian Kapolda Nusa Tenggara Timur (2021) dan Kapolda Sulawesi Utara (2022).

Setyo juga bukan orang baru bagi KPK. Dia pernah diembaninya seperti menjadi Direktur Penyidikan KPK pada 2020.

Sejumlah penghargaan pernah disandang Setyo. Di antaranya Bintang Bhayangkara Pratama, Bintang Bhayangkara Nararya, Satyalancana Pengabdian 32 Tahun, Satyalancana Pengabdian 24 Tahun, Satyalancana Pengabdian 16 Tahun, Satyalancana Pengabdian 8 Tahun, Satyalancana Bhakti Pendidikan, Satyalancana Bhakti Nusa dan Satyalancana Dharma Nusa.

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 03 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)