Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home sosok muslim detail berita

Mengenang Chaerul Rasyid, Jenderal Polisi yang Tolak Rp18 M dari Bos Togel

arif purniawan Selasa, 21 September 2021 - 15:31 WIB
Mengenang Chaerul Rasyid, Jenderal Polisi yang Tolak Rp18 M dari Bos Togel
Buku Jejak Langkah Chaerul Rasyid, Sebuah Romantika, Pengabdian, Tugas dan Jabatan. Foto: istimewa
LANGIT7.ID, Semarang - Inspektur Jenderal Pol Chaerul Rasyid telah wafat. Ia menghembuskan napas terakhir pada 6 Maret 2016 di Rumah Sakit Pertamina Jakarta. Mantan Gubernur Akademi Kepolisian (Akpol) tersebut meninggal dunia pada usia 67 tahun. Diduga akibat serangan jantung.

Meski sudah tiada, namun kebijakan beliau dalam memerangi judi togel saat menjabat Kapolda Jawa Tengah dalam kurun waktu 2004-2005, bisa menjadi teladan bagi anggota polisi yang lain. Saat almarhum menjadi Kapolda, Jawa Tengah pernah terbebas dari togel. Bahkan, bandar togel yang disebut-sebut bernama Aseng, dikabarkan lari tunggang langgang ke luar negeri.

Dalam buku Jejak Langkah Chaerul Rasyid di Jawa Tengah, “Sebuah Romantika, Pengabdian, Tugas dan Jabatan“ berisi pandangan sejumlah tokoh mengenai sepak terjang mantan Kapolda Aceh tersebut, baik dari seniman, ulama, pendidik, kalangan pers, legislatif, termasuk dalang Ki Enthus Susmono. Buku itu mengungkap beberapa fakta yang jarang diketahui publik.

“Lihat Pak Enthus, seragam yang saya pakai ini banyak atribut yang menempel. Apakah seragam begitu akan dikotori oeh saya karena memakan uang haram dan uang togel/perjudian?,” kata Chaerul Rasyid saat menerima kunjungan Dalang Ki Enthus Susmono.

Baca juga: Mengenang Ustadz Alex alias Armand, Guru Ngaji Penggerak Syiar Islam

Pada waktu itu, Kapolda Jateng terbuka sekali. Tawaran yang akan diberikan kepada bos judi di Jateng ini Rp18 miliar. Tapi kapolda bergeming. Kenapa? Selain alasan agama, Kapolda juga merasa malu dengan anak dan menantu!.

Ki Enthus Susmono terdiam, tidak mengeluarkan sepatah katapun. Tapi ia yakin Kapolda jujur. Karena kalau berbohong, pak Chaerul akan berhadapan dengan diri sendiri dan Tuhan.

Ia menghadap Kapolda, terkait dengan pementasan wayang kulit bertema pemberantasan narkoba. Sebelum meninggalkan ruangan, dalang asal Kabupaten Tegal itu juga sekalian dititipi uang untuk mahar pementasan wayang.

“Tidak terlalu banyak seperti tahun kemarin lho mas Enthus. Karena ini sudah nggak dengan Aseng,” ucap Kapolda, seperti ditirukan Enthus Susmono.

Baca juga: Istiqomah, Muslim Ini Jadi Pelopor hingga Dijuluki Profesor Puyuh di Tanah Air

Enthus mengaku hanya membantu Polda Jateng, karena harus proaktif ketika mendapatkan proposal kegiatan kesenian. Meski hanya mendapat alokasi dana Rp20 juta, ia bisa menggerakan pementasan wayang di 17 wilayah di karesidenan Kedu, Banyumas dan Pekalongan.

“Itu murah sekali, padahal dana keseluruhan untuk festival dalang mencapai Rp120 juta. Kalau dihitung, seorang dalang kan tidak sampai Rp1,5 juta,” kata enthus.

Pengasuh pondok pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang KH Musthofa Bisri dalam buku tersebut juga menulis, sebenarnya tidak sulit memberantas penyakit masyarakat, kalau memang semuanya mau berkomitmen.

Kalau semuanya mau bertanggung jawab dan melaksanakan tugasnya dengan baik, tidak saling menyalahkan antara satu dengan yang lain, masyarakat juga akan baik.

“Seperti dalam sebuah hadist,” Kalau masing-masing baik, maka semaunya akan baik,”. Dua kelompok, ulama dan umaro, kalau keduanya baik masyarakat akan baik. Tapi dalil itu diplesetkan kalau ulama dan umaro baik-baikan, ya akan kacau. Jadi maknanya bukan baik-baikan, sebab kalau ulama kongkalikong dengan penjahat, kan rusak masyarakatnya,” ucapnya.

Dikatakan, yang dihendaki semuanya adalah menjadi orang saleh. Saleh di sini artinya kepantasan. Kiai, santri, dosen, polisi ada kepantasannya sendiri. Kepantasan polisi tidak harus seperti kiai, masing-masing punya kepantasan sendiri. Jadi kepantasan itu sesuai apa yang sudah digariskan dalam tugasnya.

“Polisi tugasnya mengayomi masyarakat. Kasarane, tidak usah banyak wiridan, asal mengayomi rakyat sudah bagus. Seperti pejabat, asal bertindak adil, sudah baik, raksah kakean sembahyang sunah barang,” ujar Gus Mus.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)