Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 14 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Istiqomah, Muslim Ini Jadi Pelopor hingga Dijuluki Profesor Puyuh di Tanah Air

mahmuda attar hussein Ahad, 19 September 2021 - 06:00 WIB
Istiqomah, Muslim Ini Jadi Pelopor hingga Dijuluki Profesor Puyuh di Tanah Air
Slamet Wuryadi, peternak burung puyuh asal Sukabumi. Foto: istimewa
LANGIT7.ID, Sukabumi - Ketekunan, kerja keras, dan kesabaran menjadi kunci utama dalam mengembangkan sebuah usaha. Apalagi, jika usaha belum dikenal dan menjadi sebuah kebutuhan di pasaran.

Namun, dengan keyakinan bidang usaha yang dijalankan memiliki peluang yang menjanjikan, maka tinggal berserah kepada waktu yang akan membawa kesuksesan.

Seperti Slamet Wuryadi, muslim asal Sukabumi, Jawa Barat, yang kini menjadi pelopor peternakan puyuh di tanah air. Perjuangannya dalam mengembangkan sektor usaha peternakan puyuh bukanlah hal yang mudah.

Slamet Wuryadi memulai usahanya yang bergerak di sektor peternakan burung puyuh sejak 1992 di Sukabumi. Kontribusinya di sektor ini pun terbilang tidak mudah, saat mengawali bisnis saat itu, hasil panen burung puyuh belum sepopuler seperti saat ini.

Saat itu, Slamet masih ingat betul harga telur burung puyuh masih sekitar Rp32 perak per butirnya. Namun siapa sangka, kegigihannya menggeluti bisnis ini membuatnya sukses, bertahap hingga saat ini harga hasil panen untuk burung puyuh di pasaran patut diperhitungkan.

Muslim lulusan IPB ini mengaku mendapatkan ilmu beternak burung puyuh sejak duduk di bangku kuliah. Menurut pengakuannya, budi daya burung puyuh saat itu sempat dipelajarinya selama satu semester.

“Saya lihat pada tahuan 90-an, antara pasokan dan permintaan terhadap produk hasil panen burung puyuh tidak seimbang. Dari situ saya terpikir untuk menekuni satu komoditas dan istiqomah di dalamnya,” jelasnya dikanal Youtube Youtube TV Tani Indonesia.

Baca juga: Manfaat Sedekah, Suami Istri Penjual Gado-Gado Berikan Diskon Setiap Jumat

Telur puyuh menjadi salah satu potensi bisnis menjanjikan. Sebab, unggas seukuran ayam remaja ini mampu menghasilkan telur terbanyak nomor dua setelah ayam.

Tidak hanya telur dan dagingnya saja yang memiliki nilai ekonomis, tapi juga kotoran burung puyuh bisa dimanfaatkan untuk pupuk yang bisa menguntungkan.

Peluang Bisnis

Dalam perkembangannya, Slamet menemukan permintaan burung puyuh seiring waktu terus mengalami peningkatan. Bahkan, permintaan akan produk hasil panen burung puyuh terus mengalami antrean dari berbagai pihak.

Menurutnya, rangkaian usaha burung puyuh cukup singkat. Di mana waktu penetasan burung puyuh hanya memerlukan waktu 17 hari saja.

“Selanjutnya kita pelihara selama 30 hari, kemudian disiapkan untuk indukan petelur. Inilah yang membuat usaha ini profitable, sustainable, dan layak direkomendasikan,” ujarnya.

Sebab, selain bisa menghasilkan aliran perputaran uang dalam waktu singkat, budi daya burung puyuh juga terbilang cukup mudah. Selain itu, burung puyuh juga jarang mengalami kendala, sehingga cukup menekan angka kerugian ketika menggeluti bidang ini.

Dari seribu ekor puyuh, rata-rata mampu menghasilkan delapan kilogram kotoran segar yang bisa diberdayakan untuk kebutuhan pertanian sebagai alternatif pupuk organik. Kotoran burung puyuh juga memiliki kandungan unsur hara yang cukup tinggi, sehingga bisa berkontribusi di sektor pertanian pula.

Muslim yang dijuluki sebagai profesor puyuh ini, selalu berinovasi dalam mendapatkan cara budi daya burung puyuh terbaik. Pengalaman puluhan tahun menggeluti usaha ini, membuat Slamet paham betul bagaimana cara mengembangkan bisnisnya.

Bahkan, saat merintis usahanya, Slamet memulainya dengan bermodalkan bibit telur puyuh sebanyak 600 butir seharga Rp175 ribu. Kini, populasi di peternakannya telah mencapai hingga 40 ribu ekor burung puyuh.

“Bibit kita pun merupakan bibit burung puyuh unggul, yang kami peroleh dari proses perkawinan silang. Artinya kami mengembang-biakkan burung puyuh tidak sedarah. Inilah salah satu alasan yang menjadikan bibit kami berkualitas,” jelasnya.

Baca juga: Zaid Shakir Salim, Mualaf Mantan Tentara jadi Pendakwah Berpengaruh di Barat

Berkat pengalamannya, kini Slamet Wuryadi mampu membangun kemandirian pangan dan mengemban amanat besar dari negara. Sebagai pelopor ketahanan pangan negara, ia juga sempat dianugerahi penghargaan adikarya pangan nusantara dari Presiden Joko Widodo.

Melalui kreasinya dalam budi daya burung puyuh, ia sukses berkontribusi menambah populasi burung puyuh di Indonesia hingga 14,8 juta ekor. Bahkan, ia juga meregenerasi para peternak untuk melanjutkan budi daya burung puyuh melalui beberapa program pelatihan.

“Melalui budi daya burung puyuh, saya ingin membangun ketahanan pangan dan kemandirian Indonesia. Dari pelatihan yang saya lakukan mampu menumbuhkan regenerasi peternak burung puyuh lokal,” ujarnya.

Peternak burung puyuh yang tercatat sebanyak 1.300 UKM se-Indonesia, diberikan wadah pelatihan di tempatnya, Sukabumi. Rata-rata dalam waktu tiga hari pelatihan, para peternak pemula sudah mulai bisa memahami seluk-beluk beternak burung puyuh.

“Menurut saya kegiatan ini cukup inspiratif karena memang orang akan lebih mudah belajar melalui contoh. Di tempat kami, kalau saya lihat belum pintar belum saya izinkan pulang, inilah tempat yang saya bangun dan diharapkan bisa memberikan kontribusi dalam jangka panjang,” ujarnya.

(zul)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 14 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)