LANGIT7-Jakarta,- - Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengaku bangga pada industri fesyen Tanah Air yang setiap tahun terus berkembang, serta memberi kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia dan mengalami tren kenaikan yang signifikan.
“Tentunya Kementerian UMKM wajib mendukung untuk memperbesar skala industri ini. Perencanaan program Kementerian UMKM ke depan, untuk membantu percepatan atau akselerasi pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan para pengusaha dan penggiat sektor fesyen,” kata Menteri Maman dalam sambutannya di Jakarta Convention Centre, beberapa waktu lalu.
Maman mengatakan, keanekaragaman budaya Indonesia memberikan banyak inspirasi untuk dituangkan dalam industri fesyen Indonesia. Seperti yang ada di perhelatan Spotlight Indonesia 2024 dengan mengangkat tema “Cultural Fusion”.
Bicara mengenai tema, Maman menilai pemilihan tema tersebut merupakan langkah yang berani dan inovatif, karena kekayaan budaya merupakan salah satu keunggulan negara kita dibandingkan negara lain.
Baca juga:
Usung Tema Cultural Fusion, Spotlight Indonesia Kampanyekan Inklusivitas dan Sustainability“Semoga acara ini terus berlanjut untuk memberikan kesempatan kepada para desainer berkreasi, menunjukkan kreativitasnya dalam membuat terobosan-terobosan produk fesyen dan meningkatkan taraf penjualan produk fesyen Indonesia,” ucapnya.
Perhelatan Spotlight Indonesia 2024 telah sukses dihelat oleh Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang bersinergi dengan Gemalindo Kreasi Indonesia, pada tanggal 12 sampai 15 Desember 2024 lalu di Assembly Hall, Jakarta Convention Center.
Sementara itu, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Mardyana Listyowati mengatakan bahwa Kementerian Perdagangan selalu berkomitmen untuk mendukung pengembangan fesyen baik secara lokal maupun global.
“Kami mendapatkan mandat untuk menjaga pasar dalam dan luar negeri. Kementerian Perdagangan berfokus pada program yaitu pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, dan peningkatan UMKM BISA (Berani Inovasi dan Siap Adaptasi) Ekspor,” ucap Mardyana.
Khusus terkait fesyen, lanjut dia, pihaknya akan terus mendorong pengembangan akses pasar, melalui kolaborasi dengan perwakilan perdagangan yang dimiliki oleh Kementerian Perdagangan yang berada di 46 titik di luar negeri.
“Kolaborasi ini sangat penting agar kita dapat menciptakan ekosistem yang kondusif bagi kemajuan fesyen Indonesia,” imbuhnya.
Perhelatan Spotlight Indonesia yang setiap tahunnya merayakan kebhinekaan fesyen Indonesia ini, merupakan puncak dari rangkaian kegiatan IFC sepanjang tahun sekaligus sebagai perayaan ulang tahun IFC yang memasuki tahun ke-9.
“Dengan pertambahan usia ini, tentunya diharapkan IFC dapat lebih solid dan berkontribusi lebih besar terhadap pengembangan ekosistem industri fesyen di tanah air, termasuk mewujudkan cita-cita bersama, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat fesyen global,” harap Lenny Agustin, National Chair Indonesian Fashion Chamber (IFC) yang sekaligus menutup Spotlight Indonesia 2024.
(ori)