LANGIT7.ID-, Jakarta - - Di era kompetisi saat ini, sebuah brand dituntut untuk memiliki keunikan dan nilai autentik untuk dapat bertahan serta mencuri perhatian.
Jenama modest syar'i lokal, Taza hadir membawa angin segar dengan menawarkan perspektif dan pendekatan berbeda di
industri fashion modest syar'i Tanah Air.
Di tengah maraknya brand fashion syar’i yang menyuguhkan konsep bahan dan model serupa, Taza keluar dari zona tersebut.
Baca juga: Ragam Gaya Modest Fashion dan Seni Dunia Tampil Apik di IstanbulTaza muncul lewat harmonisasi koleksi yang memadukan prinsip busana syar’i dengan perpaduan bahan
eco-friendly, inovatif, desain eksklusif dengan gaya yang terinspirasi dari
abaya bergaya Eropa.
Founder Taza, Ashila Ramadani, mengatakan Taza lahir dari passionnya pada dunia modest fashion.
“Taza lahir bukan dari strategi bisnis yang rumit tetapi dari passion pribadi, membuat sesuatu yang benar-benar aku sukai, lalu mengobservasi apakah itu bisa diterima di pasar. Sebagai seseorang yang selalu mencari
busana syar’i yang sesuai dengan gaya dan kebutuhan pribadi," kata Ashila Ramadani, Senin (17/2/2025).
Kecintaannya pada fesyen syar'i sekaligus menjadi tantangan tersendiri baginya. Sebab, pilihan busana syar'i yang begitu terbatas baik dari model hingga bahan.
"Banyak yang kurang cocok dengan preferensi, terutama dalam hal bahan dan potongan," sambungnya.
Ashila mengungkapkan, awalnya ia hanya ingin membuat pakaian syar'i yang nyaman untuk dirinya sendiri hingga akhirnya kepincut untuk menjadikannya brand fashion.
Baca juga: Teten Masduki Ungkap 4 Strategi agar Modest Fashion Indonesia Bisa Masuk Pasar Global"Awalnya, aku hanya ingin menciptakan pakaian syar’i yang nyaman untuk diri sendiri, tetapi kecintaanku pada model Abaya
oversized dengan sentuhan
semi-street style ala Eropa dengan menggunakan bahan
eco-friendly, akhirnya menjadi dasar dari perjalanan brand ini.” terang Ashila.
Perjalanan Taza Raih Potensi di Industri Modest Syar'i Sejak awal perjalanannya yang dimulai pada Mei 2024, Taza memegang teguh satu keyakinan sederhana, bahwa setiap karya yang dihasilkan bukan hanya untuk dikenakan, tetapi untuk memberdayakan dan menginspirasi.
Berbisnis bukan hanya sekadar menghadirkan produk bagi konsumen, tetapi juga tentang menyampaikan pesan dan membangun identitas.
Maka dari itu, sebagai brand yang tumbuh dari negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Taza bangga dapat berkontribusi dan telah mencatatkan sejumlah pencapaian signifikan sejak kemunculannya.
Baca juga: Dianggap Menjanjikan, Pemerintah Terus Dorong Ekspor Modest Fashion Indonesia1. Fokus pada Material Premium dan Ramah LingkunganSalah satu faktor pembeda Taza adalah pemilihan material yang cermat. Dengan fokus pada material yang ramah lingkungan (eco-friendly), Taza berupaya mendukung keberlanjutan sekaligus memberikan kualitas terbaik untuk para pelanggan. Material yang digunakan tidak hanya lembut di kulit tetapi juga memberikan kesan timeless yang nyaman digunakan untuk berbagai kesempatan.
2. Ekspansi Koleksi yang Terus BerkembangDalam perjalanannya, Taza terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan pasar yang dinamis.
Tidak hanya memadukan unsur abaya Eropa ke dalam setiap koleksinya, tetapi juga secara aktif mendengarkan masukan pelanggan dan mengikuti perkembangan tren modest fashion.
Dari yang awalnya hanya 1 model dengan total puluhan produk yang diluncurkan melalui laman media sosialnya (Instagram @taza_id), kini Taza telah menghadirkan lebih dari 20 koleksi busana syar’i, mencakup abaya, set gamis, dan berbagai pilihan desain maupun warna yang lebih variatif.
Menariknya, koleksi terlaris seperti Fina Abaya dan Shila Abaya menjadi produk yang paling banyak diminati dan tetap menjadi produk hero di 2025 ini.
Lewat material serat menghadirkan perpaduan gaya abaya klasik tapi stylish, karena memiliki sentuhan khusus pada beberapa detail
cutting yang memberikan siluet lebih modern dan eksklusif.
Baca juga: Mendag Zulkifli Hasan: Modest Fashion Menjadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi Nasional3. Raih Kesempatan Lewat Pameran Lokal hingga InternasionalSebagai bagian dari strategi ekspansi dan keterlibatan dengan pasar yang lebih luas, Taza aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran fashion dan event industri Muslim wear.
Keikutsertaan pertamanya di Bazaar Halal Fair pada Agustus 2024 menjadi titik Taza mulai dikenal.
Konsep booth yang berbeda dari brand syar’i lainnya berhasil mencuri perhatian, memberikan pengalaman visual yang unik di tengah standar konvensional modest fashion.
Selain itu, koleksi yang didominasi warna-warna earthy dan netral menjadi highlight yang berulang kali menarik minat pengunjung.
Tak berhenti di situ, pada Desember 2024, Taza juga mengikuti Bazaar Halal Kulture. Menariknya, produk dengan harga tertinggi (Rp1.599.000) justru menjadi yang pertama habis dalam 2 jam.
Hal ini membuktikan bahwa market modest fashion kini semakin mengapresiasi produk premium dengan desain yang unik dan material berkualitas tinggi.
“Kami harap, Taza dapat terus memberikan ruang ekspresi diri bagi wanita Muslimah untuk tampil percaya diri, anggun, dan tetap setia pada nilai-nilai syariat lewat koleksi yang kami hadirkan. Dan tidak hanya pasar lokal yang bisa kami capai, namun Taza segera bisa menginjakkan kakinya di pasar internasional.” Tutup Ashila.
(est)