LANGIT7.ID-Semarang; Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemman, mengungkapkan ketertarikannya terhadap perkembangan signifikan para peserta program pembinaan sepakbola putri usia dini di Indonesia. Pemegang lisensi UEFA A dari Jerman sejak 2007 ini menegaskan kualitas para pemain telah melampaui ekspektasi awal.
"Di beberapa kota yang sudah rampung menggelar Seri 2, tim pelatih termasuk saya pun agak pusing untuk menentukan starting line-up karena kualitas mereka sangat bagus di atas ekspektasi karena perkembangan teknik mereka sangat pesat sekali," ujar Timo, Minggu (22/12/2024).
Baca juga: Shakila, Pencetak Dua Gol Penentu Juara MilkLife Soccer Challenge Semarang 2024Evaluasi ini disampaikan menjelang penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge All Stars pada akhir Januari 2025 di Supersoccer Arena, Rendeng Kudus, Jawa Tengah. Turnamen bergengsi ini akan mempertemukan talenta-talenta terpilih hasil seleksi ketat dari delapan kota, meliputi Kudus, Surabaya, Jakarta, Tangerang, Bandung, Solo, Yogyakarta, dan Semarang.
Dalam persiapan menuju turnamen All Stars, para pemain terpilih menjalani program intensif MilkLife Extra Training di bawah pengawasan langsung Coach Timo. Program khusus ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi talenta yang telah diidentifikasi oleh tim Talent Scouting MilkLife Soccer Challenge.
Baca juga: Djarum Foundation Siapkan Program Pembinaan Timnas Putri Indonesia Menuju Level Dunia"Ini menjadi sinyal positif bahwa di masa mendatang Indonesia memiliki banyak stok bibit-bibit pesepakbola putri berkualitas," tambah pelatih berkewarganegaraan Jerman tersebut.
Perkembangan pesat ini sejalan dengan visi besar Djarum Foundation yang menargetkan Timnas Wanita Indonesia dapat berprestasi di kancah internasional. Sepanjang tahun 2024, program ini mencatatkan partisipasi 5.163 peserta di seri pertama dan meningkat menjadi 10.885 peserta di seri kedua, dengan peningkatan signifikan mencapai 110% dibanding seri perdana.
(lam)