JAKARTA, LANGIT7.ID - Nabi Saleh A.S merupakan nabi kelima yang diutus Allah SWT setelah Nabi Hud. Bagaimana kisah Nabi Saleh dari lahir sampai wafat?
Merujuk
Kisah Para Nabi dari Ibnu Katsir terbitan Ummul Qura (2013), Nabi Saleh memiliki ayah bernama Ubay dan kakek bernama 'Ashif bin Masih. Beliau memiliki dua adik, masing-masing Aanar dan Ashkol.
Dalam perjalanannya, Nabi Saleh diangkat menjadi rasul untuk membimbing kaum Tsamud, suku kaya raya penerus kemakmuran bangsa Aad yang hidup di wilayah subur Al-Hijr. Kendati hidup makmur, kaum ini terjerumus menyembah berhala.
Dakwah kepada Kaum TsamudNabi Saleh mengingatkan kaum Tsamud bahwa Allah adalah pencipta kehidupan, termasuk tanah subur dan binatang ternak peliharaan yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Seruannya untuk meninggalkan penyembahan berhala mendapat perlawanan keras dari kaum Tsamud.
Pemimpin kaum Tsamud menuduh Nabi Saleh sebagai pengkhianat tradisi leluhur. Mereka merasa terganggu dengan ajakan beriman yang dianggap merusak harmoni kehidupan saat itu.
Mujizat, Pembunuhan Unta, dan Azab AllahMeski ditolak, Nabi Saleh tidak berhenti berdakwah. Beliau memperingatkan tentang azab yang akan menimpa jika kaum Tsamud terus membangkang, seperti kehancuran kaum Aad yang mendahului mereka.
Para pemuka kaum bahkan menantang Nabi Saleh untuk menunjukkan mukjizat.
Atas izin Allah, beliau menghadirkan mukjizat berupa seekor unta betina yang muncul dari perut batu besar. Nabi Saleh meminta kaum Tsamud menghormati unta tersebut, memberinya kebebasan makan, dan tidak menyakitinya.
Namun, sebagian kaum Tsamud justru merasa terganggu. Mereka menganggap unta tersebut membawa masalah. Para pemuka Tsamud akhirnya sepakat membunuh unta itu.
Setelah unta dibunuh, Nabi Saleh menyampaikan bahwa azab Allah akan tiba dalam tiga hari.
Hari pertama, wajah mereka berubah kuning, lalu merah pada hari kedua, dan hitam pada hari ketiga. Pada hari keempat, gempa besar menghancurkan kaum Tsamud hingga binasa.
Baca Juga: Kisah & Profil Lengkap Nasaruddin Umar: Menteri Agama RI 2024-2029Hijrah Nabi Saleh Setelah Kehancuran Kaum TsamudSetelah azab itu, Nabi Saleh memimpin pengikutnya meninggalkan Al-Hijr. Wilayah yang dahulu subur berubah jadi puing-puing penuh kehancuran.
Dalam perjalanan, mereka melewati medan berbatu, kekurangan air, dan rasa kehilangan akibat bencana besar yang mereka saksikan.
Namun, Nabi Saleh terus memotivasi pengikutnya untuk bersabar dan berserah diri kepada Allah.
Rombongan Nabi Saleh akhirnya tiba di sebuah dataran tinggi di Semenanjung Arab, wilayah yang aman dan jauh dari kehancuran kaum Tsamud. Di sana, mereka memulai kehidupan baru.
Nabi Saleh membimbing pengikutnya untuk bercocok tanam dan menggembala ternak sebagai sumber penghidupan. Beliau terus mengajarkan nilai-nilai keimanan dan mendorong mereka menjaga hubungan dengan Allah SWT.
Baca Juga: Sejarah dan Profil Pesantren Cipasung Tasikmalaya yang Berdiri Sejak Zaman Hindia Belanda
Wafatnya Nabi SalehNabi Saleh menghabiskan sisa hidupnya di wilayah tersebut. Riwayat menyebutkan Nabi Saleh wafat dalam usia cukup tua, meninggalkan ajaran yang kuat, dan menjadi teladan bagi generasi selanjutnya.
Hingga kini, wilayah Al-Hijr yang dikenal sebagai Madain Saleh di Arab Saudi jadi bukti sejarah dari kisah Nabi Saleh dan kehancuran kaum Tsamud.
Tempat tersebut sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menaati perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya.***
(hbd)