LANGIT7.ID-Jakarta; Jadwal berat menanti langkah Tim Nasional Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam rentang Maret hingga Juni 2025, tim asuhan Shin Tae-yong harus menghadapi empat kekuatan Asia dalam pertarungan hidup mati menuju putaran final di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Rangkaian laga dimulai dengan tantangan berat melawan Australia pada 20 Maret 2025. Lima hari berselang, giliran Bahrain yang akan menjadi lawan tanding tim nasional. Memasuki bulan Juni, Indonesia dijadwalkan bertandang ke markas China pada tanggal 5, sebelum menutup rangkaian kualifikasi dengan menghadapi Jepang pada 10 Juni 2025.
Baca juga: Yeom Ki-hun Gembleng Striker Timnas Indonesia, Legenda Korea Selatan Ungkap Progresnya!
Persaingan di Grup C kualifikasi zona Asia berlangsung sangat ketat. Selisih poin yang tipis, hanya dua angka antara peringkat kedua hingga juru kunci, membuat setiap laga berpotensi mengubah posisi klasemen secara dramatis. Situasi ini menjadikan empat pertandingan tersisa sebagai penentu nasib seluruh kontestan.
Jalur menuju Piala Dunia 2026 masih terbuka lebar. Tim nasional bisa lolos langsung melalui posisi dua besar, atau melalui babak play off yang diperuntukkan bagi tim peringkat tiga dan empat. Kondisi ini membuat setiap poin dalam pertandingan tersisa menjadi sangat berharga.
Baca juga: Bahrain Perkasa di Piala Teluk, Timnas Indonesia Hadapi Ujian Berat
Modal berharga telah dikantongi Indonesia saat berhasil mengalahkan Arab Saudi pada November 2024 di Jakarta. Kemenangan bersejarah tersebut mengantarkan tim nasional ke posisi ketiga klasemen dengan koleksi enam poin dari enam pertandingan yang sudah dijalani.
"Untuk Piala Dunia ini, kita masih punya empat pertandingan tersisa. Mari fokus ke empat laga ini karena untuk lolos kualifikasi harus finish di posisi dua teratas, atau melalui play off jika berada di posisi tiga atau empat," kata Ketua PSSI Erick Thohir dalam akun instagram pribadinya, Kamis (26/12/2024).
Baca juga: Rekor Kontroversial Timnas Indonesia Disorot Media Korea: Sukses di Level Asia, Gagal di ASEAN
"Kita harus bersatu dan terus berjuang bersama hingga akhir," ujar dia.
(lam)