LANGIT7.ID-Jakarta; Peningkatan kualitas sektor penyerangan terus menjadi fokus utama Timnas Indonesia. Di bawah arahan spesialis striker asal Korea Selatan, pembinaan penyerang-penyerang muda Tanah Air yang kerap mendapat sorotan kini menunjukkan perkembangan positif.
Program intensif pengembangan penyerang terus berjalan dengan menerapkan standar sepak bola modern. Metode yang terbukti sukses melahirkan penyerang-penyerang tajam di negeri ginseng ini konsisten diterapkan untuk mengasah ketajaman lini depan Skuad Garuda.
"Setiap negara memiliki tantangan serupa dalam hal produktivitas penyerang. Namun yang membedakan adalah metode pengembangannya. Saya melihat potensi luar biasa dari talenta-talenta muda Indonesia," kata Pelatih Striker Timnas Indonesia Yeom Ki-hun, dikutip dari YouTube Timnas Indonesia, Kamis (26/12/2024).
Baca juga: Bahrain Perkasa di Piala Teluk, Timnas Indonesia Hadapi Ujian BeratMantan penyerang Suwon Bluewings ini menerapkan sistem evaluasi berkala terhadap performa striker-striker muda seperti Ramadhan Sananta, Hokky Caraka, dan Dimas Drajad di kompetisi domestik. Data-data ini menjadi acuan program pengembangan individual setiap pemain.
"Indonesia memiliki karakteristik unik di lini depan. Para pemain muda ini memiliki kecepatan dan kelincahan yang bisa dimaksimalkan. Tugas saya adalah mengoptimalkan potensi tersebut," ujar dia.
Baca juga: Rekor Kontroversial Timnas Indonesia Disorot Media Korea: Sukses di Level Asia, Gagal di ASEANProgram pengembangan striker ini menggabungkan teknik modern sepak bola Korea Selatan dengan karakteristik pemain lokal. Yeom Ki-hun menekankan pentingnya membangun mental juara selain mengasah kemampuan teknis.
Monitoring performa striker muda dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguasaan bola, positioning, hingga ketajaman dalam penyelesaian akhir. Semua aspek ini menjadi fokus dalam sesi latihan khusus yang dirancang.
Baca juga: Kejanggalan Wasit di Piala AFF 2024: Benarkah Ada Skenario Menghadang Timnas U-22?"Kami memiliki target spesifik untuk setiap pemain. Program ini dirancang secara sistematis dengan mempertimbangkan karakteristik individu. Hasilnya memang tidak bisa instan, tapi saya yakin dengan proses yang tepat," tegas dia.
(lam)